Jadi Pemain Baru Sektor Asuransi, IFG Life Ungkap Tiga Strategi Bisnis

Image title
22 Juli 2021, 12:15
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), sebagai perusahaan asuransi baru di Indonesia siap bersaing dengan industri asuransi jiwa nasional dengan menerapkan tiga pilar strategi.
Katadata
IFG Progress Launching yang diselenggarakan secara hybrid, Rabu (28/4/2021).

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), sebagai perusahaan asuransi baru di Indonesia siap bersaing dengan industri asuransi jiwa nasional dengan menerapkan tiga pilar strategi. Salah satunya, melalui pengelolaan portofolio pengalihan polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang telah direstrukturisasi.

IFG Life merupakan bagian dari Indonesia Financial Group (IFG), holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang Asuransi dan Penjaminan. 

Direktur Utama IFG Life, Andy Samuel menyampaikan pilar strategi kedua ialah pengembangan bisnis baru yang berbasis jiwa dan kesehatan. Caranya, dengan optimalisasi captive market, saluran distribusi penjualan, memanfaatkan ekosistem BUMN, serta pengembangan anorganik asuransi kesehatan.

"Ketiga, pengembangan pengelolaan dana pensiun melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)," ujar Andy dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7).

Selain itu, Andy mengatakan perusahaan siap bersaing dengan menghadirkan produk asuransi yang berorientasi pada proteksi dan produk investasi berisiko rendah. Pasalnya, hal itu merupakan marwah dari industri asuransi jiwa.

Menurut Andi, sudah semestinya produk asuransi menciptakan perlindungan kepada masyarakat. Fokus bisnis ini untuk menjawab kebutuhan pasar yang sedang meningkat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2020, pendapatan premi asuransi kesehatan tercatat mengalami kenaikan hingga 17,2% menjadi Rp 13,66 triliun. Asuransi kesehatan, merupakan produk asuransi tradisional yang tidak disertai dengan investasi.

"Bagi bisnis IFG Life, produk asuransi proteksi dan produk investasi berisiko rendah masih sangat relevan dengan kebutuhan pasar karena mampu memberikan perlindungan terhadap risiko-risiko yang dipertanggungkan,” kata Andy.

IFG Life akan mengembangkan produk dan layanan asuransi proteksi yang maksimal, sehat, dan komprehensif yang dilandasi oleh tata kelola yang baik, manajemen risiko yang kuat dan penuh kehati-hatian. IFG Life juga memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses layanan sehingga layanan proteksi bisa diberikan secara maksimal kepada pemegang polis.

Market utama yang akan digarap oleh IFG Life adalah ekosistem BUMN, mulai dari korporasi, pegawai, serta pelanggan BUMN. Andy yakin, IFG Life mempunyai model bisnis yang cukup kuat karena mempunyai target pasar di BUMN yang besar dan dengan tata kelola dan risk management yang kuat.

"Hal itu akan membantu memastikan bahwa perusahaan dikelola dengan baik dan nantinya akan memberikan perlindungan kepada pemegang polis,” kata Andy.

Untuk mendukung terciptanya target pasar itu, IFG Life akan mengandalkan penjualan dan pemasaran produk secara direct marketing melalui saluran distribusi agency channel dan corporate business relationship (CBR). Kedua saluran distribusi itu dijalankan oleh tim tersertifikasi sebagai financial advisor dan menjadi point of contact dengan calon pemegang polis.

Andy menambahkan, IFG Life juga akan menerapkan sejumlah standarisasi untuk menjalankan bisnis IFG Life. Pengelolaan bisnis IFG Life akan berorientasi pada pengembangan produk-produk dengan fitur manfaat yang realistis dengan memberikan proteksi di setiap kehidupan calon Pemegang Polis.

Secara paralel, IFG Life juga akan menerapkan standarisasi yang aman pada sistem pengelolaan investasi perusahaan. "Dengan begitu kami optimis IFG Life akan menjadi pemain asuransi baru dengan potensi bisnis yang besar dan sustainable, yang mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat," kata Andy.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...