Rupiah Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan Saat Defisit APBN Kian Melebar

Rahayu Subekti
23 September 2025, 09:30
Rupiah APBN
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sg
Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS pada hari ini, Selasa (23/9). Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, menyebut pelemahan rupiah dipicu oleh kondisi ekonomi domestik, khususnya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang semakin melebar.

Defisit APBN per Agustus 2025 tembus Rp 321,6 triliun atau 1,35% dari produk domestik bruto (PDB). “Rilis menunjukkan defisit melebar, ada  kemungkinan rupiah kembali melemah ke Rp 16.650 per dolar AS,” kata Fikri kepada Katadata.co.id, Selasa (23/9).

Selain faktor domestik, pergerakan rupiah juga dipengaruhi kondisi global, khususnya pernyataan Bank Sentral AS (The Fed). Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, menyatakan kemungkinan The Fed akan mengambil sikap netral.

Meski diproyeksikan melemah, rupiah pada pagi ini dibuka menguat pada level Rp 16,598 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg. Level ini naik 12 poin atau 0,07% dari penutupan sebelumnya.

Sementara itu, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pada hari ini ada peluang penguatan rupiah. “Rupiah diperkirakan berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah,” kata Lukman.

Ia menjelaskan, pelemahan dolar AS dipicu kekhawatiran atas kebijakan imigrasi terbaru Presiden AS Donald Trump. Dalam hal ini, Trump mengenakan biaya visa pekerja H-1B hingga US$ 100.000 atau setara Rp 1,66 miliar (kurs JISDOR Rp 16.607 per dolar AS).

Lukman menambahkan, dolar AS juga tidak mendapatkan dukungan dari pidato para pejabat The Fed semalam yang memberikan sinyal beragam. “Rupiah akan berada di level Rp 16.500 per dolar AS hingga Rp 16.650 per dolar AS,” kata Lukman.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...