Purbaya Sebut Ekonomi Bagus, Seharusnya Rupiah Tak Melemah Nyaris Rp 17.000/US$

Ade Rosman
20 Januari 2026, 17:12
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaj
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah terus melemah kian mendekati level 17.000 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Selasa (20/1). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai di tengah kondisi ekonomi saat ini, seharusnya rupiah tak melemah.

“Ketika kapital masuk ke sini besar, kenapa rupiahnya melemah? Coba tanya mereka deh (Bank Sentral), karena saya enggak bisa intervensi untuk menjelaskan, nah itu kan otoritas Bank Sentral,” kata Purbaya kepada wartawan di Kantornya, Selasa (20/1).

Rupiah melemah meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menanjak hingga sempat mencetak rekor tertinggi atau all time high baru pada perdagangan intraday di level 9.169.

Purbaya mengatakan akan memperbaiki pondasi ekonomi, karena menurutnya jika aktivitas ekonomi di dalam negeri meningkat, akan menarik minat investor asing.

“Anda lihat di pasar modal kan naik kan, pasar modal enggak mungkin naik kalau enggak ada investor asing yang masuk sini juga. Jadi seharusnya kalau lihat dari supply dolar harusnya enggak kekurangan nih. Cuman Anda mestinya tanya ke Bank Sentral apa policy-nya, saya enggak tahu,” kata dia.

Ia mengatakan akan memperbaiki dan menjaga ekonomi ke depan sehingga rupiah akan cenderung menguat.

Purbaya mengatakan dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan bersama DPR telah mendapat permintaan dari DPR agar lebih bersinergi.

“Jadi mesin-mesin ekonomi dengan kebijakan yang sinergis antara kita, Bank Sentral, OJK, dan LPS, harusnya mesin-mesin ekonomi kita akan bergerak semua. Pemerintah, swasta, akan mendorong pertumbuhan ekonomi ke tingkatan lebih cepat lagi,” katanya.

Di sisi lain, ia menuturkan IHSG sebagai sinyal pada investor dan pelaku bisnis di dalam maupun luar negeri untuk menunjukkan perkembangan yang tengah terjadi.

“Rupiah nanti pelan-pelan akan menguat. Enggak ada alasan Rupiah melemah ketika modal masuk ke sini. Ya kan? Menurut Anda gimana? Makanya ada yang aneh kan? Anda tanya ke Bank Sentral,” kata Purbaya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...