OJK Targetkan Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp 250 Triliun Tahun Ini

Karunia Putri
5 Februari 2026, 21:11
ojk, pasar modal,
Katadata/Hana Putri Nabila
Acara bertajuk 'Dialog Pelaku Pasar Modal di Main Hall BEI' di Bursa Efek Indonesia, Minggu (1/2) menghadirkan sejumlah pembicara.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menargetkan penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp 250 triliun tahun ini. Target ini di bawah realisasi tahun lalu Rp 274,8 triliun.

Pejabat Sementara Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi tidak memerinci alasan penetapan angka itu sebagai target penghimpunan dana di pasar modal. Ia hanya menyampaikan bahwa prospek sektor jasa keuangan tahun ini tetap positif dan ditopang oleh kinerja intermediasi yang solid.

Berdasarkan keterangan pers pada awal bulan lalu (9/1), OJK menyebutkan bahwa nilai penawaran umum atau IPO mencapai Rp 274,8 triliun atau melebihi target Rp 220 triliun.

Selain itu, jumlah investor di pasar modal bertambah 5,49 juta atau 36,95% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi 20,36 juta.

Target Pertumbuhan Industri Jasa Keuangan 2026

Di sektor pasar modal, OJK menargetkan penghimpunan dana Rp 250 triliun tahun ini.

Terkait perbankan, OJK memproyeksikan kredit tumbuh 10% – 12% dan dana pihak ketiga 7% – 9%.

Lalu, di sektor asuransi, aset program diperkirakan tumbuh 5% – 7%, aset dana pensiun 10% – 12%, dan aset program penjaminan 14% – 16%. Sementara itu, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan diproyeksikan naik 6% – 8%.

OJK juga memperkirakan total permintaan skor kredit melalui innovative credit scoring mencapai 200 juta. Nilai transaksi melalui aggregator diprediksi tumbuh hingga Rp 27 triliun, serta konsumsi aset keuangan digital dan aset kripto diperkirakan naik 26%.

Friderica Widyasari Dewi juga menyampaikan, pembiayaan pembangunan oleh lembaga jasa keuangan mencapai Rp 9.543 triliun sepanjang tahun lalu. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan kredit perbankan 9,53%.

Ia menilai indikator likuiditas, profil risiko, dan solvabilitas industri jasa keuangan yang tetap solid menunjukkan kapasitas sektor keuangan yang besar untuk melanjutkan pembiayaan pembangunan ke depan.

“Tentu saja kita semua mengharapkan sinergi dan kolaborasi dari Bapak-Ibu semua, memberikan yang terbaik untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini,” ujar perempuan yang akrab disapa Kiki itu kepada pelaku industri jasa keuangan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (5/2).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...