Harga Emas Dunia Jeblok di Bawah US$ 5.000 per Ons, Apa Faktornya?

Agustiyanti
17 Februari 2026, 11:33
harga emas, harga emas dunia
Unsplash
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga emas turun lebih dari 1% di tengah likuiditas pasar yang rendah pada Senin (17/20), seiring pasar-pasar utama di Amerika Serikat dan Asia yang tutup karena libur Imlek. Dolar AS yang menguat memberi tekanan terhadap harga emas batangan. 

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot turun 1,3% menjadi US$4.976,37 per ons pada pukul 16.19 GMT atau 23.19 WIB pada Senin (16/2). Harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April kehilangan 1% menjadi US$ 4.996,60 per ons.

"Emas diperdagangkan dalam kisaran US$5.000/ons pada pekan ini dengan likuiditas yang lebih rendah karena liburan," kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Pasar AS tutup untuk Hari Presiden, sedangkan pasar di Cina dan beberapa negara lain di Asia tutup untuk Tahun Baru Imlek. Dolar sedikit menguat, membuat logam mulia yang dihargai dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Data ekonomi AS baru-baru ini menunjukkan gambaran yang beragam terhadap ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Inflasi konsumen AS pada Januarinaik di bawah proyeksi, tetapi pertumbuhan lapangan kerja secara tak terduga meningkat pada bulan yang sama.

Presiden Bank Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa suku bunga dapat turun, tetapi mencatat bahwa inflasi jasa tetap tinggi. Para pelaku pasar mengantisipasi bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan berikutnya, 18 Maret 2026.

Logam mulia tanpa imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah. 

Namun, sentimen lain datang dari masalah geopolitik. Iran sedang mengupayakan kesepakatan nuklir dengan AS yang memberikan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak, kata seorang diplomat Iran pada hari Minggu.

"Saya akan menurunkan target jangka menengah saya untuk emas dari US$5.500 menjadi lebih dekat ke kisaran US$5.100-US$5.200 untuk saat ini, tetapi ini adalah situasi yang sangat dinamis," kata Zain Vawda, analis di MarketPulse by OANDA.

ementara itu, harga perak spot turun 2% menjadi $75,83 per ons setelah penurunan 3% sebelumnya. Logam ini naik 3,4% pada hari Jumat.

"Sebagai logam yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi, tanda-tanda ekonomi yang kuat mengurangi daya tarik perak sebagai aset safe-haven relatif terhadap emas, dan data pekerjaan yang kuat menunjukkan kebutuhan yang lebih sedikit akan aset safe-haven dalam waktu dekat," kata Vawda.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...