Rupiah Bergerak Melemah Imbas Perang Iran vs AS-Israel
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Senin (2/3) diproyeksikan bergerak melemah berkisar Rp 16.750-16.900 lantaran eskalasi dan ketegangan di Timur Tengah. Berdasarkan Bloomberg, kurs rupiah dibuka melemah 28 poin ke level 16.787 per dolar AS.
Rupiah pun bergerak kian melemah ke level 16.838 per dolar AS melemah 51 poin hingga pukul 09.13 WIB. “Lemah oleh eskalasi di Timur Tengah. Namun besar peluang BI akan intervensi,” kata Analis Doo Financial Lukman Leong kepada Katadata, Senin (2/3).
Adapun pada penutupan perdagangan minggu sebelumnya, dolar ditutup melemah 0,17% secara harian ke level Rp16.787 per dolar AS pada Jumat (2/3/2026). Kemudian langsung dibuka melemah pada perdagangan pagi ini.
Hal senada disampaikan Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana. Ia melihat ada kemungkinan Rupiah terdepresiasi ke 16.830 per Dolar.
Ia menyebutkan beberapa faktor seperti meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan peningkatan premi risiko global.
“Ini termasuk dampak yang ada di Iran. Menurut saya kini sudah masuk risiko regional. Tidak cuma antara iran vs us-israel,” katanya.
Sedangkan dalam negeri faktor seperti rilis inflasi domestik hari ini yang kemungkinan akan meningkat secara tahunan serta rilis trade surplus hari ini yang diharapkan berlanjut 69 bulan berturut-turut juga akan mampu mempengaruhi rupiah.
