Transaksi Digital Triwulan I-2026 Tembus 14,39 Miliar, QRIS Mendominasi
Bank Indonesia (BI) mengatakan kinerja transaksi digital pada triwulan I-2026 tetap tinggi, ditopang oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Lonjakan yang paling signifikan terjadi pada transaksi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang tumbuh hingga 111,94% secara tahunan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan volume transaksi pembayaran digital yang mencakup penggunaan aplikasi mobile dan internet mencapai 14,39 miliar transaksi atau tumbuh 33,76% secara tahunan (year on year).
“Pertumbuhan ini didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital,” kata Perry pada konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI 21-22 April, Rabu (22/4).
Transaksi melalui aplikasi mobile tumbuh sebesar 7,88%, sementara transaksi berbasis internet meningkat 16,35%. Adapun transaksi QRIS yang mencatat pertumbuhan hingga 111,94% secara tahunan.
“Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant,” katanya.
Dari sisi infrastruktur, sistem pembayaran nasional juga menunjukkan penguatan. Volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1,4 miliar transaksi, tumbuh 30,82% (year on year), dengan nilai transaksi sebesar Rp 3.519 triliun.
Sementara itu, transaksi bernilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebesar 2,46 juta transaksi. Meski volume transaksi mengalami perlambatan tipis sebesar 0,2% (year on year), nilai nominalnya tetap tumbuh 11,26% hingga mencapai Rp 51.490 triliun pada triwulan I-2026.
Di sisi pengelolaan uang rupiah, jumlah uang kartal yang diedarkan meningkat 8,59% secara tahunan menjadi Rp 1.346 triliun.
“Secara keseluruhan stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga pada triwulan 1 2026 ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat,” ujarnya.
