Rupiah Hari Ini Diproyeksikan Melemah, Masih Tertekan Sentimen Global
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (30/4) pagi ini diperkirakan kembali berada di bawah tekanan. Sentimen global masih jadi faktor penekan utamanya.
Analis Doo Financial, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek perdamaian AS dan Iran.
“Rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap dolar AS oleh kekhawatiran investor seputar prospek perdamaian di Timur Tengah,” ujar Lukman kepada Katadata, Kamis (30/4).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp 17.353 per dolar AS, melemah 0,16% atau 27 poin. Hingga pukul 09.05 WIB, rupiah masih menunjukkan kecenderungan koreksi di Rp 17.358 per dolar AS, turun 0,18% atau 32 poin.
Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.326 per dolar AS. Posisi ini berarti rupiah melemah 0,48% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.243 per dolar AS.
Lukman menjelaskan, ketidakpastian geopolitik tersebut mendorong pelaku pasar beralih ke aset safe haven seperti dolar AS. Selain itu, penguatan indeks dolar AS juga turut membebani rupiah setelah hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), dewan pembuat kebijakan moneter bank sentral AS, yang dinilai cenderung keras terhadap pasar.
“Kenaikan indeks dolar AS merespons hasil FOMC yang secara umum hawkish,” katanya.
Sebagai informasi, hasil dari pertemuan FOMC The Fed memilih untuk kembali menahan suku bunga acuan (Federal Funds Rate) di kisaran 3,50% – 3,75% untuk ketiga kalinya secara berturut-turut pada 2026.
Tekanan terhadap rupiah juga datang dari kenaikan harga minyak dunia. Lukman menyebut lonjakan harga energi dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan di Selat Hormuz.
“Dan harga minyak dunia yang kembali naik setelah Trump mengatakan akan terus memblokade Hormuz hingga ada kesepakatan nuklir,” ucap Lukman.
Dengan berbagai sentimen tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp 17.300 hingga Rp 17.400 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
