Tambah ATM Emas, Pegadaian Pastikan Tak Kekurangan Stok
PT Pegadaian berencana menambah ATM Emas di sejumlah daerah di Indonesia. Perusahaan pun memastikan tidak akan terjadi kekurangan stok emas seperti yang sempat menjadi kekhawatiran masyarakat saat permintaan terhadap komoditas tersebut tengah meningkat.
Kepala Departemen Improvement Layanan Rivaldi Liga Priambodo menjelaskan, perusahaan sejak awal Februari telah meningkatkan kapasitas cetak emas melalui anak usahanya, Galeri 24 dari 3 kg menjadi 20 kg per bulan.
“Jadi, kami pastikan tidak ada kekurangan stok,” ujar Rivaldi saat ditemui di Jakarta, akhir pekan lalu.
Ia menjelaskan, permintaan emas saat ini masih sangat tinggi meski harga komoditas tersebut sempat melandai.
Perusahaan juga tengah berencana untuk menambah beberapa mesin ATM emas ke sejumlah wilayah di Indonesia, di antaranya di Medan, Pekan Baru, Denpasar, Bandung, dan Surabaya.
Saat ini, Pegadaian baru memiliki dua ATM emas yang tersedia di Jakarta.
Head of Corporate Communication PT Pegadaian Riana Rifani juga menilai, koreksi harga emas tidak menyurutkan minat masyarakat berinvestasi emas. Pihaknya justru melihat penurunan harga emas justru dapat menjadi momentum untuk melakukan pembelian emas.
Rifani mencatat saldo tabungan emas Pegadaian hingga April 2026 telah mencapai 20 ton dengan nilai lebih dari Rp 51 triliun. Selain itu, menurut dia, jumlah nasabah tabungan emas telah mencapai sekitar 1 juta rekening.
“Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi emas,” kata dia.
