Gubernur BI: Arus Modal Asing Kembali Masuk ke RI US$ 7,98 Miliar di Kuartal II

Image title
7 Juli 2026, 16:01
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan arus modal asing kembali masuk ke Indonesia pada kuartal kedua 2026.
Youtube TV Parlemen
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan arus modal asing kembali masuk ke Indonesia pada kuartal kedua 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan arus modal asing mulai kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia pada triwulan II 2026 dengan nilai mencapai US$ 7,98 miliar atau Rp 143,34 triliun (kurs Rp 17.960 per US$). Kondisi tersebut berbalik arah dibandingkan triwulan I 2026 yang masih mencatat arus modal keluar (capital outflow).

Perry mengatakan BI bersama pemerintah telah menyepakati langkah untuk sementara menaikkan suku bunga instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) guna meningkatkan daya tarik investasi di pasar keuangan domestik.

Kebijakan tersebut dinilainya berhasil mendorong masuknya kembali dana asing sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Kalau di triwulan satu itu masih terjadi outflow total sebesar US$ 1,47 miliar (Rp 26,4 triliun). Namun di triwulan dua ini sudah kembali dengan total inflow mencapai US$ 7,98 miliar (Rp 143,34 triliun)," ujar Perry dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Selasa (7/7).

Ia merinci, pada triwulan I 2026, instrumen SRBI masih mencatat arus modal asing masuk sebesar US$ 1,78 miliar (Rp 31,97 triliun). Namun, aliran dana keluar pada pasar saham sebesar US$ 1,76 miliar (RP 31,61 triliun) dan pasar SBN sebesar US$ 1,46 miliar (Rp 26,22 triliun) menyebabkan total arus modal asing masih berada di zona negatif.

Memasuki triwulan II 2026, kondisi berbalik dengan aliran modal asing masuk pada SRBI mencapai US$ 8,48 miliar (Rp 152,3 triliun) dan SBN sebesar US$ 1,78 miliar (Rp 31,97 triliun). Sementara itu, pasar saham masih mengalami outflow sebesar US$ 2,3 miliar (Rp 41,31 triliun).

Skema Kompensasi dan Win Win Solution Untuk Pemerintah

 Selain itu, Perry menegaskan Bank Indonesia juga menyiapkan skema kompensasi kepada pemerintah atas kenaikan biaya bunga akibat meningkatnya suku bunga acuan SBN untuk menarik arus modal asing.

BI akan meningkatkan remunerasi atas dana pemerintah yang ditempatkan di Bank Indonesia. Jika sebelumnya remunerasi diberikan sebesar 80% dari BI Rate, ke depan besaran tersebut akan ditingkatkan menjadi di atas BI Rate untuk mengimbangi tambahan beban bunga yang ditanggung pemerintah.

"Semua kenaikan beban bunga kami akan tanggung, kami akan tingkatkan remunerasinya bank Indonesia kepada pemerintah, sehingga win-win solution, inflow-nya masih masuk, rupianya stabil, beban bunganya kami akan kembalikan, kami pastikan sehingga pemerintah tidak lagi break even point,” katanya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...