Purbaya Tambah Dana Pemerintah di Himbara Jadi Hampir Rp 400 Triliun

Ade Rosman
5 Agustus 2026, 19:13
Purbaya, Himbara, perbankan
Bank Mandiri
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menjaga likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menjaga likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil. Ia menyebut, dengan tambahan tersebut, total dana pemerintah yang ditempatkan di perbankan akan mencapai hampir Rp 400 triliun.

Purbaya mengatakan keputusan itu diambil setelah bertemu jajaran direksi bank-bank BUMN. Ia mengatakan bank-bank Himbara sempat khawatir dana pemerintah yang ditempatkan sebelumnya akan ditarik pada akhir tahun sehingga memengaruhi keberanian mereka dalam menyalurkan kredit.

“Tadi saya ketemu perbankan dengan bank-bank BUMN. Kayaknya bank itu ragu uang saya yang Rp 200 triliun itu akan diambil apa tidak sampai akhir tahun, sehingga memengaruhi behavior mereka melakukan penyaluran kredit,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).

Untuk menghilangkan kekhawatiran tersebut, bendahara negara memutuskan untuk memperpanjang penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun hingga Juli 2026. Dengan demikian, bank-bank BUMN memiliki kepastian likuiditas untuk menyalurkan pembiayaan.

“Saya bilang ke mereka saya akan perpanjang yang Rp 200 triliun sampai dengan Juli tahun depan supaya mereka leluasa menyalurkan kredit dari uang itu,” kata dia. 

Selain memperpanjang penempatan dana, pemerintah juga akan menambah dana sebesar Rp 70 triliun dalam waktu dekat. Sebanyak R p40 triliun akan disalurkan pada pekan ini, sedangkan Rp 30 triliun sisanya akan disuntikkan pada pekan depan.

“Yang Rp100 triliun sampai akhir tahun, saya juga bilang sama mereka siang ini saya injek Rp 40 triliun tambahan, minggu depan saya tambah lagi Rp 30 triliun. Jadi kira-kira total di sistem perbankan uang pemerintah hampir Rp 400 triliun seperti yang saya janjikan dulu,” kata Purbaya.

Menurut dia, tambahan penempatan dana tersebut bertujuan meningkatkan likuiditas perbankan sehingga penyaluran kredit dapat tumbuh lebih cepat dan mendukung akselerasi perekonomian nasional.

“Ini untuk mendorong, menambah likuiditas di sistem perbankan sehingga ekonomi bisa jalan lebih cepat,” katanya.

Tambahan Dana akan Dibagi dengan Skema yang Sama

Purbaya menjelaskan, tambahan dana Rp 70 triliun akan dibagi ke bank-bank Himbara dengan skema yang sama seperti penempatan dana sebelumnya. Porsi terbesar akan diterima tiga bank BUMN terbesar, sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) memperoleh alokasi yang lebih kecil.

Sharing-nya sama seperti sebelumnya. Yang tiga besar itu sama share-nya, yang dua lebih kecil sedikit,” katanya.

Purbaya beralasan, penambahan ini dilakukan lantaran melihat perkembangan kondisi ekonomi. 

“Siapa bilang saya ogah (sebelumnya menambah)? Enggak ogah. Cuma keadaan membuat saya harus mengurangi dulu waktu itu. Tapi kami lihat reaksi di sistem perekonomian seperti apa. Ketika kami lihat memang dampaknya serius, ya kami bantu sedikit sistem perbankan,” kata Purbaya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...