Rupiah Berpotensi Menguat Terbatas, Investor Tunggu Pidato Kevin Warsh

Image title
28 Agustus 2026, 10:34
rupiah, dolar AS, demonstrasi, Kevin Warsh
Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menghitung uang rupiah di gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (18/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Rupiah mengawali perdagangan awal pekan ini dengan pergerakan yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini Jumat (28/8). Penguatan rupiah ditopang oleh kondisi domestik yang lebih kondusif setelah demonstrasi berakhir pada Kamis (27/8).

Namun, investor masih mencermati pidato yang akan disampaikan oleh Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam simposium di Jackson Hole, Amerika Serikat.

Menurut data Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.731 per dolar AS  menguat 0,10% atau 21 poin. Berdasarkan pantauan Katadata hingga pukul 09.16 WIB, rupiah bergerak semakin menguat ke level Rp 17.688 per dolar AS naik 0,32% atau 56 poin. Pada perdagangan Kamis (27/8), rupiah ditutup di level Rp 17.744 per dolar AS, melemah 19 poin atau 0,11% dari penutupan sebelumnya.

Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan kondisi domestik yang lebih kondusif setelah aksi demonstrasi berakhir dapat memberikan sentimen positif bagi rupiah. 

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul berakhirnya demo mahasiswa kemarin. Namun penguatan diperkirakan terbatas, dengan investor cenderung wait and see menantikan pidato Warsh di Jackson Hole," ujar Lukman.

Menurut dia, pelaku pasar akan mencermati sinyal Warsh terkait arah kebijakan moneter AS, terutama prospek suku bunga The Fed. Pernyataan tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. 

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.700-Rp 17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...