Menguat Tipis, Rupiah Hari Ini Dibuka Rp 17,895 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada Senin (12/10). Melansir data Bloomberg, nilai tukar mata uang nasional hari ini dibuka pada level Rp 17,895 per dolar AS.
Nilai tersebut meningkat 4 poin atau 0,02% dibandingkan dengan penutupan sebelumnya, ketika rupiah ditutup di angka Rp 17.899 per dolar AS pada Jumat (9/10)
Analis Doo Financial, Lukman Leong, memperkirakan penguatan rupiah kali ini terjadi lantaran penurunan harga minyak dunia dan indeks dolar.
“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak dunia dan indeks dolar oleh harapan meredanya kelangkaan bahan bakar diesel yang akan dilepas Rusia tiap hari atas permintaan Trump (Presiden AS, Donald Trump),” kata Lukman, saat dihubungi, Senin (12/10).
Namun, penguatan rupiah itu dinilainya masih terbatas, mengingat situasi geopolitik yang kembali memanas.
Adapun situasi konflik antara Iran dan AS belum lagi mereda. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hingga AS menerima rencana tujuh poin usulan Teheran terkait penyelesaian damai yang pada September lalu disampaikan melalui Qatar.
"Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai tujuh syarat Iran dipenuhi. Pihak Amerika mencoba berkomunikasi dengan kami melalui tiga jalur, yakni Irak, Pakistan, dan Qatar," kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, dalam wawancara dengan Iran Press TV, Minggu (11/10).
