Wakil Ketua Kadin Nilai Target Ekonomi 6% pada 2027 Terlalu Optimistis
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% pada 2027 terlalu optimis.
Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Analisis Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia, Aviliani membandingkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia antara versi pemerintah dengan lembaga-lembaga dunia, termasuk versi Kadin maupun Bank Indonesia (BI).
Dalam paparannya, ia menuturkan, Kadin Indonesia menetapkan baseline proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2027 di angka 4,86% hingga 5,17%, yang mana sejalan dengan proyeksi lembaga internasional seperti IMF yang mematok pertumbuhan di level 5,1%, World Bank 5,2%. Kemudian BI yang memproyeksikan di rentang 5,1% hingga 5,9%.
“Nah kita lihat di sini kita buat, kita bandingkan juga dengan beberapa ya, ada IMF, ada World Bank. Memang rata-rata masih 5, enggak ada yang bikin 6, kecuali pemerintah,” kata Aviliani dalam paparan di acara Katadata Policy Dialogue: ‘Outlook Ekonomi 2027: Bagaimana Kebijakan Ekonomi dan Fiskal Bisa Kerek Pertumbuhan Tinggi?’ yang digelar di kantor Katadata Indonesia, Jakarta Selasa (20/10).
Kendati begitu, ia memaklumi langkah pemerintah yang dinilainya perlu menumbuhkan optimistis sebagai dorongan moral.
“(Target) pemerintah di sini 6% ya, karena memang pemerintah kan harus ya, harus optimistis dong ya,” katanya.
Ia berpandangan, target pertumbuhan ekonomi 6% ini dapat tercapai jika sejumlah hal dapat terpenuhi. Salah satunya jika investasi dari BPI Danantara ke proyek hilirisasi terealisasi dengan cepat dan mutlak melibatkan sektor swasta sebagai motor pertumbuhan.
Aviliani juga menuturkan saat ini instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya berfungsi sebagai katalisator, sehingga mesin utama pencetak pertumbuhan ekonomi secara masif tetap berada di tangan sektor riil meskipun saat ini terdapat Danantara.
"Padahal kalau kita lihat, kontribusi daripada swasta itu walaupun sudah diambil Danantara masih tetap 80 persen. Jadi artinya apa? Kalau mau tumbuh 8 persen (pada 2029), pemerintah tidak memberdayakan swasta, itu salah besar," kata dia.
Adapun, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2027. Pada semester I 2026, pertumbuhan ekonomi per semester I berada di angka 5,45%.
