Unilever Indonesia Punya Nakhoda Baru Perempuan, Ira Noviarti
Pemegang saham PT Unilever Indonesia Tbk resmi menunjuk Ira Noviarti sebagai Presiden Direktur baru perusahaan. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu (25/11).
Ira melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Unilever dari Hemant Bakshi yang telah memimpin Unilever Indonesia sejak 2014. Hemant mengajukan pengunduran diri dari jabatannya karena akan memulai posisi baru, masih di lingkungan Unilever.
Ira mengatakan perusahaan akan terus membawa dampak positif bagi masyarakat di penjuru nusantara. Dampak tersebut diberikan melalui brand dan program-program Unilever.
"Kami akan terus berfokus menyediakan produk-produk berkualitas bagi keseharian konsumen dan bermitra untuk meraih sukses dengan pelanggan. Serta berbagai stakeholder lainnya untuk mewujudkan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan," kata Ira dalam siaran pers usai RUPSLB.
Sekretaris Perusahaan Unilever Reski Damayanti mengatakan Ira memiliki pengalaman dengan Unilever dalam berbagai posisi manajemen senior. Hal itu membuat Ira menjadi pemimpin dengan pemahaman dan rekam jejak mendalam tentang bisnis, industri, dan pasar Indonesia. "Kami yakin Ira akan membawa Unilever menuju tingkat kesuksesan berikutnya," kata Reski.
Ira merupakan perempuan kedua yang menduduki posisi Presiden Direktur Unilever sejak perusahaan berdiri 5 Desember 1933. Hal itu sejalan dengan komitmen Unilever dalam menjunjung tinggi kesetaraan gender, perempuan maupun laki-laki memiliki kesempatan yang sama dalam memgembangkan karir.
Meski begitu, Head of Corporate Affairs & Sustainability Unilever Nurdiana Darus mengatakan dipilihnya Ira sebagai presiden direktur bukan semata-mata karena Ira merupakan perempuan.
"Berkembangnya karier, juga harus disetarakan juga dan didukung berdasarkan kemampuan dan pencapaian, bukan berdasarkan gender saja," katanya dalam acara virtual, Kolaborasi dan Aksi untuk Masa Depan Berkelanjutan, yang digelar Unilever bersama Katadata.co.id, Senin (23/11).
Ira pernah memegang beberapa posisi senior di Unilever, bukan hanya di Indonesia juga di tingkat global. Pada tahun 2014-2017, Ira menjadi Managing Director untuk Unilever Food Solutions (UFS) Asia Tenggara yang berbasis di Singapura.
Di bawah kepemimpinan Ira, UFS Asia Tenggara mencatat performa UFS terbaik secara global selama tiga tahun berturut-turut. Di tahun 2018 hingga Oktober 2020, Ira menjadi Direktur untuk Beauty dan Personal Care Unilever Indonesia dan menguatkan perkembangan dan pertumbuhan bisnis ini.
Ira juga pernah memimpin bisnis Ice Cream, Media dan Consumer Market Insight. Ira memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, dan bergabung dengan Unilever Indonesia pada tahun 1995.
Mantan Presiden Direktur, Diangkat jadi Presiden Komisaris
Dalam RUPSLB hari ini pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Maurits Lalisang dari jabatan sebagai Presiden Komisaris Unilever. Posisinya, digantikan oleh Hemant Bakshi yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur.
Enam tahun memimpin, Hemant dinilai sukses memperkuat posisi Unilever sebagai market leader di industri FMCG tanah air. Hemant juga dinilai mampu membawa perusahaan untuk bisa bertahan dalam situasi yang penuh tantangan selama pandemi Covid-19.
Hemant akan mengemban posisi baru sebagai pimpinan divisi global di Unilever dengan ruang lingkup supervisi termasuk Indonesia sekaligus menjadi Presiden Komisaris Unilever di Indonesia.
Pemegang saham Unilever juga mengangkat Reski Damayanti sebagai Direktur Perseroan, menggantikan Sancoyo Antarikso yang telah memasuki masa purna bakti setelah tiga puluh tahun lebih berkarir bersama. Reski pernah memegang beberapa jabatan senior sebelum menjabat posisi saat ini sebagai Sekretaris Perusahaan.

