Trimegah Asset Management Targetkan Dana Kelolaan Rp 21 T Tahun Ini

Image title
9 Februari 2021, 16:33
reksa dana, tri megah, aset management, manajer investasi, pasar modal, pasar uang, saham, dana kelolaan

PT Trimegah Asset Management memasang target dana kelolaan mencapai Rp 21 triliun pada 2021. Nilai tersebut, ditargetkan mampu tumbuh hingga 18,6% dibanding dana kelolaan Trimegah AM pada 2020 yang senilai Rp 17,7 triliun.

Direktur Utama Trimegah AM Antony Dirga merasa optimistis dengan target tersebut, karena tahun ini akan menjadi tahun pemulihan ekonomi setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19.

"Trimegah melihat cukup bullish dengan program vaksinasi dan dengan program fiskal pemerintah. Yang lebih bullish lagi, kami merasa struktur reform dari UU cipta kerja sangat berarti bagi negara ke beberapa tahun ke depan," kata Antony dalam konferensi pers, Selasa (9/1).

Optimisme tersebut dinilai akan terefleksikan dalam penguatan yang cukup agresif pada indeks harga saham gabungan (IHSG). Sebagai manajer investasi, kenaikan pada saham tersebut bakal menumbuhkan aset yang dimiliki oleh Trimegah AM.

Produk reksa dana yang berkontribusi paling besar pada total dana kelolaan Trimegah AM adalah reksa dana terproteksi alias capital protected fund sebesar 40%. Sementara pasar uang, saham, dan pendapatan tetap, masing-masing berkontribusi 20% pada total dana kelolaan.

Salah satu upaya mencapai target kelolaan dana tersebut, Trimegah AM bakal meluncurkan produk reksa dana baru berbasis ekuitas, yaitu Trimegah FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index. Meski begitu, Antony mengakui, target dana kelolaan reksa dana baru ini pada 2021 sekitar Rp 300-500 miliar saja.

Reksa Dana ini dibentuk agar memberi potensi pertumbuhan jangka panjang, sejalan dengan kinerja indeks melalui pendekatan investasi pasif yang mereplikasi FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index.

Reksa dana baru ini akan menempatkan portofolio sebanyak 80-100% pada efek bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh korporasi yang ditawarkan melalui penawaran umum dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Korporasinya, berasal dari kumpulan efek yang terdaftar di FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index.

"Sementara, 0-20% dana ditempatkan pada instrumen pasar uang dalam negeri yang memiliki jatuh tempo tidak lebih dari 1 tahun," kata Antony.

Keputusan Trimegah AM menerbitkan reksa dana berbasis saham, karena pemulihan ekonomi akan terjadi pada 2021. Sehingga, memiliki momentum positif untuk beberapa tahun ke depan dengan terefleksikan juga ke pasar saham Indonesia. Potensi pertumbuhan ekonomi maupun pasar saham ini didukung oleh berbagai faktor internal dan eksternal.

Faktor internal, terkait dengan proses distribusi vaksinasi yang berjalan lancar sehingga diharapkan perekonomian akan segera pulih. Dari sisi global, Trimegah AM berekspektasi likuiditas di dunia masih melimpah akibat kebijakan-kebijakan akomodatif oleh developed countries.

"Hal ini tentunya akan berdampak positif ke emerging market seperti Indonesia, yang pada akhirnya mendukung kinerja reksa dana berbasis saham, termasuk reksa dana indeks baru ini," katanya.

Indeks ini terdiri dari 31 saham dengan kapitalisasi pasar yang besar serta memiliki volatilitas yang rendah. Portofolio yang terbentuk, dinilai memiliki likuiditas yang baik serta tingkat risiko yang terjaga.

Konstituen indeks antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan masih banyak lagi.

Porsi konstituen indeks tersebut mayoritas berasal dari sektor finansial sebesar 55.96%. Diikuti oleh infrastruktur yang sebesar 14,04% dan konsumer yang sebesar 14,27%.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...