Bukit Asam Raup Laba Bersih Rp 12,5 Triliun di 2022, Naik 59%
Emiten pertambangan batu bara BUMN, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), membukukan perolehan laba bersih senilai Rp 12,56 triliun sepanjang tahun 2022. Laba bersih tersebut meningkat 58,9% dibanding periode yang sama tahun 2021 yang senilai Rp 7,90 triliun.
Melesatnya perolehan laba bersih tersebut turut meningkatkan nilai laba per saham dasar Bukit Asam dari sebelumnya Rp 702 per saham menjadi Rp 1.094 per saham.
Berdasarkan publikasi laporan keuangan perusahaan pada Kamis (2/3) sepanjang tahun lalu, emiten bersandi PTBA ini mengantongi kenaikan pendapatan sebesar 45,7% dari sebelumnya Rp 29,61 triliun menjadi Rp 42,64 triliun.
Naiknya pendapatan diimbangi dengan melonjaknya beban pokok pendapatan dari sebelumnya Rp 15,77 triliun menjadi Rp 24,68 triliun pada akhir 2022.
Sehingga, perusahaan tercatat membukukan laba kotor senilai Rp 17,96 triliun, naik 33,2% dari tahun sebelumnya Rp 13,48 triliun. Selain itu, pada pos beban pajak juga meningkat dari sebelumnya Rp 2,32 triliun menjadi Rp 3,42 triliun.
Sampai dengan Desember 2022, Bukit Asam mencatatkan kenaikan jumlah aset menjadi Rp 45,35 triliun dari posisi Desember 2021 yang tercatat senilai Rp 36,12 triliun.
Dari sisi liabilitas juga tercatat naik dari sebelumnya Rp 11,86 triliun menjadi Rp 16,44 triliun pada akhir tahun 2022. Sedangkan, ekuitas perusahaan terkerek menjadi Rp 28,91 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 23,25 triliun.
Sedangkan, perushaan mencatatkan kenaikan perolehan arus kas dari aktivitas operasi menjadi Rp 12,52 triliun dari tahun sebelumnya Rp 10,79 triliun.
Dari sisi kinerja saham, sepanjang tahun ini, saham PTBA tercatat naik 5,14% ke level Rp 3.880 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp 44,70 triliun. Harga saham tersebut mencerminkan harga saham dibanding nilai buku (PBV) senilai 1,71 kali.
