Konglomerat Edwin Soeryadjaya Jaring 6,71 Juta Saham Saratoga

Patricia Yashinta Desy Abigail
9 November 2023, 10:17
Konglomerat Edwin Soeryadjaya Jaring 6,71 Juta Saham Saratoga
Katadata
Edwin Soeryadjaya

Konglomerat Edwin Soeryadjaya menjaring 6,71 juta saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Pendiri sekaligus presiden komisaris Saratoga tersebut merogoh kocek Rp 9,5 miliar.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Edwin membeli saham Saratoga dengan harga rata-rata Rp 1.418 sampai Rp 1.425 per saham. Dengan demikian rata-rata harga pembelian berkisar Rp 1.421,5 per saham, sehingga total transaksi berkisar Rp 9,5 miliar.

"Tanggal transaksi dilakukan 3 November dan 6 November 2023," tulis Divisi Hukum dan Sekretariat Saratoga Investama Sedaya Juan Akbar Indraseno dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Kamis (9/11).

Tujuan transaksi yang dilakukan oleh Edwin yaitu investasi. Lalu status kepemilikan saham yaitu langsung dan tidak langsung.

Sebelum transaksi, kepemilikan secara langsung Edwin atas saham Saratoga Investama Sedaya yaitu 4,51 miliar saham, setara 33,28%. Sementara kepemilikan tidak langsung sebanyak 2,33 miliar atau 17,24%.

Setelah transaksi, kepemilikan saham secara langsung menjadi sejumlah 4,52 miliar, setara 33,33%. Serta kepemilikan langsung sebanyak 2,33 miliar saham, setara 17,24%.

Sebelumnya, Edwin membeli 12,95 juta lembar saham perusahaan yang ia didirikan bersama dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Kala itu, Edwin menggelontorkan dana Rp 20,07 miliar untuk membeli saham, 

Terkait kinerja keuangan, SRTG membukukan kerugian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 10,6 triliun hingga September 2023. Padahal, perusahaan mencetak laba Rp 7,15 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari segi pendapatan, Saratoga mencatatkan kerugian senilai Rp 12,87 triliun hingga kuartal ketiga 20203. Pada periode yang sama tahun lalu, Saratoga meraih pendapatan Rp 7,58 triliun.

Kerugian terbesar berasal dari kerugian neto atas investasi pada saham dan efek lainnya seperti saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar Rp 12,25 triliun. Pada kuartal tiga 2022, perusahaan masih mencatat laba Rp 7,81 triliun. Lalu kerugian dari investasi perusahaan berkembang Rp 548,34 miliar, melonjak dibandingkan sebelumnya yang merugi Rp 405,72 miliar.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
Editor: Lona Olavia

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...