BSI Kantongi Izin Buka Cabang di Arab Saudi, Optimistis Bisa Serap Rp 23 Triliun
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI telah memperoleh izin untuk membuka kantor cabang di Jeddah, Arab Saudi. Selain itu, kehadiran cabang ini diperkirakan akan menyerap perputaran dana hingga mencapai Rp 23 triliun.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyampaikan hal ini merupakan hasil dari proses persiapan yang telah dilakukan selama delapan bulan terakhir. Ia mengaku apabila semua tahapan berjalan sesuai rencana, Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) BSI di Jeddah ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 mendatang.
“Mudah-mudahan kalau semuanya berjalan lancar satu tahun ke depan, BSI bisa buka di sana,” kata Erick dalam konferensi pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (5/5).
BSI sebelumnya membuka kantor cabang di Dubai, Uni Emirat Arab. Erick menyebut pembukaan cabang ini merupakan bagian dari ekspansi internasional BSI dalam menggarap potensi besar ekonomi syariah, khususnya dari sektor haji dan umrah. Selain itu kehadiran BSI di Jeddah bertujuan untuk menangkap peluang dari perputaran dana jemaah asal Indonesia yang beribadah di Tanah Suci.
Menurutnya, selama ini terdapat perputaran dana sekitar Rp 52 triliun dalam haji dan umrah. Di antaranya Rp 29 triliun beredar di Indonesia, sementara sekitar Rp 23 triliun masih berputar di Arab Saudi. Selain itu, Erick mengatakan langkah tersebut juga untuk mengambil peluang lebih besar dari dana yang selama ini beredar di luar negeri, khususnya di Arab Saudi.
“Di Arab Saudi itu masih ada Rp 23 triliun. Itu kami bisa menyerap lah, ya,” tambah Erick.
Seiring dengan hal itu, Plt. Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menambahkan pembukaan cabang di Jeddah merupakan demi memperkuat ekspansi BSI, apalagi besarnya potensi dari jemaah haji dan umrah Indonesia dan terus meningkat.
Ia juga mengatakan jumlah jemaah haji dan umrah Indonesia saat ini mencapai sekitar 1,2 juta per tahun. Tak hanya itu, jumlah tersebut diperkirakan akan tumbuh menjadi 2 juta dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
“Saat ini, Indonesia berada di posisi kedua setelah Pakistan dalam jumlah jemaah haji,” ungkap Bob.
Ia juga menyoroti kiprah BSI di kancah internasional yang semakin diperhitungkan. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan BSI menembus peringkat 10 besar dalam Top Global Islamic Bank Index.
“Alhamdulillah sudah kami capai di tahun 2024. By end of last year itu even kemudian kita di nomor 9,” ucap Bob.
