Danantara Teken MoU dengan Badan Gizi soal Pembiayaan Pembangunan Dapur MBG

Ira Guslina Sufa
21 November 2025, 08:56
SPPG MBG Danantara
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/rwa.
Sejumlah juru masak mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi kuliner di Ruang Praktik Tata Boga SMK Negeri 1 Ciamis, Jawa Barat, Minggu (2/11/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat skema pembiayaan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kerja sama dilakukan melalui PT Danantara Asset Management (Persero) 

CEO Danantara Rosan Roeslani dalam keterangan resmi mengatakan, Program MBG merupakan fondasi penting bagi kualitas generasi mendatang. “Melalui dukungan pembiayaan yang terstruktur dan akuntabel, Danantara Indonesia berkomitmen memperkuat ekosistem layanan gizi nasional agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Rosan seperti dikutip Jumat (21/11). 

Rosan menjelaskan kolaborasi ini mencerminkan sinergi strategis antara pemerintah, perbankan, dan lembaga pengelola investasi negara dalam memastikan program MBG memiliki infrastruktur pendukung yang kuat. Menurut Rosan skema pembiayaan yang disepakati bukan hanya soal pendanaan, namun tentang membangun fondasi tata kelola yang konsisten, transparan, serta dilakukan oleh tim yang profesional.

“Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan inklusif, percepatan pembangunan SPPG dapat berjalan lebih efektif, meningkatkan mutu layanan gizi, serta memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Rosan.

Sebagai pengelola investasi dan aset strategis negara, Danantara Indonesia mendukung Program MBG dengan menyediakan skema pembiayaan yang terarah dan dapat diakses pelaku usaha untuk mempercepat pembangunan SPPG dalam Program MBG. Melalui akses kredit dengan syarat yang seragam di seluruh perbankan (di bawah pengelolaan Danantara Indonesia), proses pembangunan SPPG dapat dipercepat, dijalankan secara profesional, dan menghasilkan layanan gizi yang lebih konsisten bagi masyarakat.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, ketersediaan SPPG yang memadai merupakan kunci keberhasilan program MBG. “Kolaborasi dengan Danantara Indonesia akan memperkuat kemampuan kami untuk memperluas jangkauan layanan gizi secara terukur dan berkualitas di seluruh daerah,” ujar Dadan.

Dari perspektif ketahanan gizi nasional, pembangunan SPPG menjadi aspek krusial untuk memastikan layanan gizi dapat disalurkan secara rutin, cepat, dan memenuhi standar gizi. SPPG tidak hanya berfungsi sebagai titik distribusi makanan bergizi, tetapi juga sebagai pusat edukasi keluarga mengenai pola makan sehat dan membangun fundamental manusia Indonesia yang sehat, cerdas dan inovatif.

Dadan mengatakan, dengan program ini SPPG memegang peran ganda, infrastruktur pelayanan publik dan infrastruktur pembangunan manusia. Selain memastikan pemenuhan gizi bagi anak-anak dan ibu menyusui, program ini dirancang untuk memperkuat rantai ekonomi lokal, dengan melibatkan UMKM pangan, koperasi desa, petani, peternak, dan nelayan sebagai bagian dari suplai dapur.

Pelaksanaan Nota Kesepahaman ini dijalankan dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, akuntabilitas, dan transparansi. Pengaturan teknis akan disusun lebih lanjut melalui perjanjian kredit antara mitra perbankan dan debitur guna memastikan pembangunan SPPG berjalan terarah dan sesuai kebijakan yang berlaku.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...