Profil 3 Eks Pejabat ASDP: Dipenjara Kasus Akuisisi PT JN Meski Tak Terima Uang
Majelis Hakim Tipikor Jakarta Pusat menjatuhkan vonis pidana penjara selama 4,5 tahun kepada mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi. Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni 8,5 tahun.
Majelis hakim juga menetapkan vonis pidana penjara empat tahun masing-masing kepada eks Direktur Komersial dan Pelayanan ASIDP Yusuf Hadi dan Bekas Direktur Perencanaan dan Pengembangan ASDP Harry Muhammad Adhi Caksono. Ketiganya didakwa merugikan negara Rp 1,25 triliun dalam kasus akuisisi saham PT Jembatan Nusantara pada 2019-2022.
Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Sunoto, menilai tiga terdakwa itu tidak melakukan praktik korupsi terkait perkara akuisisi saham PT JN. Ia menilai perkara yang menjerat Ira Puspadewi, Yusuf Hadi, Harry Muhammad Adhi Caksono cenderung mengarah kepada praktik keputusan bisnis yang tidak optimal.
Sunoto menjelaskan bahwa keterangan para saksi dan terdakwa di persidangan tidak menunjukkan adanya aliran uang atau pemberian fasilitas dari pemilik PT JN kepada para terdakwa. Berikut profil singkat ketiganya:
Ira Puspadewi
Ira merupakan lulusan program Doktor Manajemen Stratejik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Sebelum masuk ke BUMN, ia menghabiskan sekitar 17 tahun di perusahaan global GAP Inc. dan Banana Republic untuk kawasan Asia, dengan posisi terakhir Director Global Initiative Regional Asia.
Pengalaman di korporasi multinasional ini menjadi pondasi kuat yang mengasah kemampuan manajemen, strategi, dan kepemimpinannya.
Ira mulai masuk ke lingkaran BUMN ketika ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Sarinah (Persero) pada 2014. Setelah itu, ia dipercaya mengisi posisi Direktur Ritel, Jaringan, dan SDM PT Pos Indonesia (Persero). Pada Desember 2017, namanya kembali terpilih untuk menduduki jabatan strategis, yakni Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Muhammad Yusuf Hadi
Muhammad Yusuf Hadi meniti karier dari sektor pelayanan hingga memegang jabatan strategis sebagai Direktur Komersial dan Pelayanan. Perjalanan pendidikannya ditempuh di Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur, tempat ia meraih gelar Sarjana Ilmu Manajemen. Ia juga pernah menjadi Komisaris Utama PT Jembatan Nusantara.
Karier Muhammad Yusuf Hadi di ASDP dibangun dari bawah, yakni dimulai sejak ia bergabung pada 1992. Pada masa awal, Yusuf bekerja di bagian keuangan dan operasional hingga tahun 2003.
Memasuki periode 2003–2008, Yusuf naik posisi menjadi Manajer Operasional sekaligus Kepala Assistant Senior Manager. Pada 2008–2012, Yusuf dipercaya mengemban tanggung jawab lebih besar sebagai Senior Manager.
Ia kemudian ditunjuk menjadi General Manager Bengkulu Branch dan juga mendapat peran strategis sebagai Port Business Technical Advisor to Directors. Yusuf kemudian berturut-turut menjabat sebagai General Manager di beberapa cabang strategis, antara lain Ternate Branch pada 2012–2014; Kayangan Branch pada 2014–2015; dan Ketapang Branch pada 2015–2017.
Di ketiga wilayah tersebut, ia memimpin transformasi pelayanan penyeberangan, pengelolaan kapal, serta optimalisasi pendapatan cabang. Pada April 2017, ia ditunjuk sebagai Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP yang ia emban hingga berakhirnya masa jabatannya.
Harry Muhammad Adhi Caksono
Adhi Caksono mulai diangkat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan ASDP pada 25 Juni 2020. Alumnus pendidikan magister MBA di Institut Teknologi Bandung (ITB) tercatat memulai aktivitas di sektor logistik dan pelabuhan sebagai General Manager Business Development di PT Cikarang Inland Port pada 2013–2014.
Setelah itu, Adhi bergabung dengan PT Angkasa Pura II sebagai Deputy Head of Aerotropolis Development pada 2014–2015. Ia kemudian dipercaya menjadi Advisor to the Board of Directors pada 2015–2016.
Pada 2016, Adhi memasuki lingkungan ASDP sebagai Advisor to the President Director. Kinerjanya membuat ia dipromosikan menjadi Vice President Corporate Strategic Planning and Transformation Division pada 2017–2019.
Adhi kemudian ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Indonesia Ferry Properti pada 2019–2020. Puncak perjalanan kariernya datang pada 2020 ketika Menteri BUMN resmi mengangkatnya sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
