BEI Berambisi Masuk 10 Besar Bursa Dunia pada 2030

Karunia Putri
2 Januari 2026, 10:29
BEI, bursa saham, pasar saham
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman (kedua kanan), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi (tengah), Dirut Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat (kiri), Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Ogi Prastomiyono (kedua kiri) dan Dirut Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Iding Pardi (kanan) menekan
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik pasar modal nasional masuk ke jajaran 10 bursa terbaik dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau rata-rata nilai transaksi harian pada periode 2030.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, pihaknya telah menyiapkan arah pengembangan teknologi bursa untuk lima tahun ke depan guna menjaga momentum pertumbuhan pasar modal.

“BEI 2026–2030, kami menetapkan tujuan besar pada 2030, yakni membangun pasar modal Indonesia yang semakin inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global,” ujar Iman dalam sambutan pembukaan perdagangan BEI 2026 di Main Hall BEI, Jumat (2/1).

Ia berharap Indonesia mampu menembus jajaran 10 besar bursa dunia, baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi. Hal ini diyakini akan memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional.

Untuk mendukung target tersebut, BEI menetapkan sejumlah asumsi yang mengacu pada kondisi makroekonomi nasional dan global. BEI memproyeksikan nilai rata-rata transaksi harian (RNTH) pada 2026 mencapai Rp 15 triliun. Dari sisi pencatatan, BEI menargetkan 555 pencatatan efek sepanjang 2026 termasuk 50 saham baru.

BEI juga akan terus memanfaatkan berbagai kanal distribusi informasi untuk mendorong pertumbuhan jumlah investor pasar modal. Pada 2026, BEI menargetkan penambahan 2 juta investor baru.

“Kami meyakini pencapaian visi ini membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, kami mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, serta seluruh stakeholder agar Master Plan BEI 2026–2030 dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi pasar modal Indonesia,” kata Iman.

Kinerja pasar saham sepanjang 2025 menjadi salah satu fondasi optimisme tersebut. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) sebanyak 24 kali sepanjang tahun lalu. IHSG sempat menyentuh level 8.710,69 pada Agustus 2025, sebelum menutup tahun di level 8.646 atau naik 22% secara year to date.

Berdasarkan data BEI per 29 Desember 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 20,32 juta, dengan investor saham menembus 8,59 juta. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp 16.000 triliun atau setara 70% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dari sisi likuiditas, rata-rata nilai transaksi harian juga mencetak rekor baru di level Rp 18,06 triliun. Pada penutupan perdagangan Selasa (30/12), IHSG ditutup menguat tipis 0,03% di level 8.646.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...