Pemerintah Target Merger BUMN Karya Tampung Semester II 2026
Pemerintah menargetkan proses merger dan konsolidasi Badan Usaha Milik Negara atau BUMN karya rampung pada semester II atau Juli - Desember 2026. Langkah ini menjadi tahap akhir setelah rangkaian penyehatan keuangan dan restrukturisasi yang dilakukan dalam dua tahun terakhir.
Kepala Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menjelaskan, pemerintah lebih dulu membenahi laporan keuangan dan penurunan nilai aset alias impairment, sebelum masuk ke fase konsolidasi.
“Setelah sehat semua, kami lakukan konsolidasi. Tahun ini harus selesai,” ujar Dony ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).
Menurut dia, penurunan beban utang dan penataan model bisnis menjadi prasyarat utama sebelum merger BUMN karya. Pemerintah ingin memastikan perusahaan hasil merger memiliki fondasi keuangan yang lebih kuat.
Sebelumnya, BP Danantara mengungkap nasib merger BUMN karya. Rencananya, merger ini akan membuat BUMN Karya terbagi menjadi tiga entitas utama yang fokus sebagai kontraktor.
Dony sebelumnya menyampaikan langkah itu bertujuan mengurangi BUMN karya yang jumlahnya dinilai terlalu banyak. Pemerintah menargetkan hanya ada sekitar tiga BUMN karya yang kuat dan fokus menjalankan bisnis sebagai kontraktor murni.
Pemerintah juga sudah mengumumkan skema awal pembentukan tiga holding BUMN Karya, yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk akan digabung dengan PT PP (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk direncanakan menjadi induk Brantas Abipraya dan Nindya Karya, serta PT Waskita Karya (Persero) Tbk bakal dilebur ke PT Hutama Karya (Persero).
