Danantara: RI Bakal Ekspor Listrik Bersih ke Singapura, Nilai Proyek Rp 522,79 T
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara Indonesia mengungkapkan Indonesia akan mengekspor listrik energi bersih ke Singapura. Proyek itu ditargetkan mulai berjalan akhir tahun ini.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir mengatakan, pihak Pemerintah RI sudah bertemu dengan jajaran pemimpin di Singapura. Ia menyebut saat ini sudah ada sejumlah perusahaan yang sudah mengantongi izin sementara dari pemerintah negeri jiran itu.
“Ada 6-7 perusahaan yang sudah mendapatkan conditional license dari Singapura yang sekarang sudah kita PDKT-lah untuk bisa bekerja sama,” kata Pandu ketika ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (11/5).
Tak hanya itu, Pandu juga menyebut Indonesia berpeluang memulai proyek ekspor listrik energi baru terbarukan ke Singapura pada akhir tahun ini. Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu dengan perdana menteri Singapura pada bulan depan untuk mendalami kerja sama itu.
Menurutnya, momentum itu diharapkan menjadi langkah awal dimulainya proyek ekspor listrik ke Singapura. Ia menyebut total nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai US$ 30 miliar atau Rp 522,79 triliun.
Menurut Pandu, proyek itu menjadi salah satu proyek energi terbarukan terbesar saat ini dengan kapasitas sekitar 3 gigawatt.
Selain ekspor ke Singapura, listrik yang dihasilkan juga akan diserap untuk kebutuhan domestik. Apalagi, pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas listrik hingga 100 gigawatt untuk memenuhi kebutuhan energi nasional ke depan.
“So it's very small percentage yang dibutuhkan untuk Singapura ini,” ucap Pandu.
