Langkah Hana Bank Capai Target Pertumbuhan Kredit kala BI Menaikkan Suku Bunga

Karunia Putri
21 Mei 2026, 14:23
Direktur Branch Business Hana Bank Hendri Setiawan
Katadata / Karunia Putri
Direktur Branch Business Hana Bank Hendri Setiawan
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Bank KEB Hana Indonesia atau Hana Bank membeberkan langkah perseroan menggapai target laba hingga kredit usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% dan menambah insentif likuiditas makroprudensial (KLM) hingga maksimal sebesar 0,5% dari Dana Pihak Ketiga (DPK).

Direktur Branch Business Hana Bank Hendri Setiawan mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Menurut dia, kenaikan suku bunga biasanya akan diikuti permintaan kenaikan bunga deposito dari nasabah. Namun sampai saat ini, likuiditas industri perbankan masih relatif longgar sehingga bank belum agresif menaikkan bunga simpanan.

“Tentunya kita akan melihat bagaimana dari sekarang ke depan, dalam jangka pendek, respon dari nasabah dan respon dari market itu sendiri. Kalau cost of fund (biaya dana) naik maka cost of credit (biaya kredit atau suku bunga pinjaman) akan naik. Dampaknya apa? Suku bunga kredit akan naik. Tapi bukan itu yang diharapkan,” kata dia dalam media gathering di Jakarta, Kamis (21/5).

Dia mengatakan, hingga semester prtama 2026, pertumbuhan kredit Hana Bank masih cukup terjaga dan pipeline kredit perseroan juga masih cukup besar. Meski begitu, Hana Bank tetap mencermati dinamika ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi sektor usaha dan permintaan kredit.

Dia juga mengatakan belum memiliki rencana mengubah trget bisnis tahun ini. Apabila melihat kinerja keuangan Hana Bank pada kuartal pertama, Hana Bank membukukan laba bersih sebesar Rp 200,78 miliar, raihan itu tumbuh 23,84% secara tahunan atau year on year (yoy).

Namun, pendapatan bunga bersih perseroan hanya naik tipis 0,72% menjadi Rp 1,80 triliun. Sementara itu penyaluran kredit tumbuh 8,14% menjadi Rp 40,14 triliun. Aset Hana Bank naik 5,64% secara tahunan menjadi Rp 54,60 triliun.

“Kami melihat masih ada ruang pertumbuhan ke depannya, baik dari sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana,” ujarnya.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Hana Bank naik 3,63% yoy menjadi Rp 39,67 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 11,78% menjadi Rp 30,83 triliun yang ditopang oleh pertumbuhan deposito.

Kualitas kredit perseroan juga tetap terjaga. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross dan net masing-masing sebesar 0,72% dan 0,27%. Angka tersebut lebih rendah dibanding rata-rata industri perbankan nasional yang berada di level 2,1% dan 0,8%.

Selain itu, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Hana Bank tercatat sebesar 27,05%, lebih tinggi dibanding CAR industri perbankan nasional sebesar 25,09%.

Hana Bank menargetkan laba bersih sebesar Rp 650,11 miliar hingga akhir 2026. Perseroan juga membidik total aset mencapai Rp 56,65 triliun, kredit sebesar Rp 43,30 triliun, serta DPK sebesar Rp 29,50 triliun. Target DPK tersebut bahkan telah terlampaui pada kuartal pertama tahun ini.

Hendri mengatakan, untuk mencapai target tersebut perseroan akan terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan jaringan kantor cabang, peningkatan produktivitas, efisiensi operasional serta tata kelola perusahaan.

“Pencapaian di kuartal I itu sudah mencapai Rp 200 miliar. Sehingga seharusnya kita bisa match dengan target yang ditetapkan sampai di akhir tahun,” ujarnya.

Langkah Hana Bank Kejar Target 2026

Hendri menjelaskan, di tengah kondisi ekonomi saat ini, industri perbankan cenderung fokus menjaga pertumbuhan laba sekaligus mengelola kenaikan biaya operasional. Oleh sebab itu Hana Bank juga menjalankan langkah efisiensi dan memperkuat segmen non korporasi sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan.

Selain itu, perseroan akan meningkatkan pendapatan berbasis komisi atau fee based income agar tidak terlalu bergantung pada net interest margin (NIM). Hana Bank juga fokus menjaga stabilitas pendanaan melalui pengelolaan dana pihak ketiga serta meningkatkan produktivitas organisasi.

Kemudian, Hendri mengatakan perseroan akan memperkuat diversifikasi bisnis dan kolaborasi antarsegmen usaha, mulai dari korporasi, komersial hingga personal banking guna memperluas potensi pendapatan berbasis biaya dan meminimalkan risiko konsentrasi kredit maupun pendanaan.

Untuk target jangka menengah 2026-2028, Hana Bank menargetkan menjadi salah satu bank pilihan di seluruh segmen, mulai dari korporasi, UMKM hingga consumer banking. Perseroan juga menegaskan komitmennya menjalankan prinsip tata kelola dan prudential banking serta menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...