Pegadaian Cetak Laba Rp4,38 T di Usia 125 Tahun

Dini Hariyanti
Oleh Dini Hariyanti - Tim Publikasi Katadata
21 Mei 2026, 17:38
Pegadaian
Pegadaian
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp4,38 triliun atau tumbuh 87,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 sebesar R 2,34 triliun.

Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengapresiasi pencapaian yang ada terlebih momentum ini bertepatan dengan usia Pegadaian yang kini menginjak 125 tahun.

Menurutnya, tak mudah untuk menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa adanya loyalitas dan kepercayaan yang besar dari nasabah.

“Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian,” ujar Damar dikutip dari keteragan resmi, Kamis (21/5).

Akselerasi performa perseroan juga tercermin dari realisasi total aset yang mencapai Rp183,8 triliun, meningkat 56 persen dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp117,8 Triliun.

Pertumbuhan aset ini ditopang kuat pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp153,6 Triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan 58,8 persen dari pencapaian tahun sebelumnya senilai Rp96,7 Triliun.

Pencapaian impresif tersebut berjalan beriringan dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan pruden. Ini terbukti dari penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan dari 0,82 persen pada periode 30 April 2025 menjadi 0,51 persen pada periode yang sama 2026.

Selain itu, Pegadaian berhasil mencatat peningkatan rasio profitabilitas secara berkelanjutan. Rasio Return on Asset (ROA) terdongkrak menjadi 7,49 persen dan Return on Equity (ROE) menyentuh angka 29,72 persen.

Manajemen Pegadaian juga berhasil melakukan optimalisasi biaya operasional. Efisiensi yang impresif ini terlihat dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang berhasil ditekan ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir, yakni sebesar 59,71 persen pada periode ini.

Tak ingin terlena dengan rapor hijau pada kinerja keuangan tersebut, Pegadaian langsung tancap gas menyiapkan strategi pertumbuhan jangka panjang.

Damar menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen terus bertransformasi mengawinkan aspek digital dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Komoditas anyar seperti layanan Bulion dan kemudahan digital melalui aplikasi Tring! diharapkan mampu menjadi lokomotif baru yang mempermudah lintas generasi dalam berinvestasi aman bersama Pegadaian,” imbuhnya.

Komitmen Pegadaian untuk memimpin pasar investasi juga diwujudkan melalui ekspansi ekosistem emas secara menyeluruh.

Pegadaian secara resmi mencatatkan sejarah sebagai pelopor dan perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi izin operasional untuk menjalankan kegiatan usaha bulion (Bank Emas) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion Nomor S-325/PL.02/2024.

Melalui legalitas tersebut, Pegadaian kini menghadirkan portofolio produk Bulion Services terlengkap di tanah air, meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas.

Pegadaian dinilai memiliki kesiapan infrastruktur yang paling mumpuni untuk mengoperasikan sistem Bank Emas ini. Selain fakta bahwa 90 persen agunan gadai di Pegadaian berupa emas, perusahaan juga memiliki jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbesar di Indonesia.

Damar menuturkan, emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling bersinar dan diminati masyarakat. 

“Kami optimis dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar terhadap roda perekonomian nasional, sekaligus mewujudkan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia,” ujarnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...