Dari Barak ke Kursi Dirut: Deret Purnawirawan TNI jadi Bos BUMN, Terbaru di PTBA
Kehadiran purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di jajaran pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menjadi sorotan setelah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menunjuk Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Bambang menggantikan Arsal Ismail. Sebelum menduduki kursi direktur utama, Bambang menjabat sebagai Komisaris Utama PTBA.
Lulusan Akademi Militer 1988 itu berasal dari Korps Infanteri TNI Angkatan Darat dan memiliki rekam jejak panjang di dunia militer. Jabatan terakhirnya sebelum pensiun adalah Kepala Staf Umum (Kasum) TNI. Dia juga pernah menjabat sebagai Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI.
Selain itu, RUPST PTBA juga mengangkat purnawirawan TNI Ida Bagus Putu Dunia sebagai Komisaris Utama PTBA. Dia adalah eks Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Penunjukan Bambang menarik perhatian karena kontras dengan pernyataan kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria. Dia menyebut, BP BUMN kini memperketat proses seleksi direksi BUMN.
Dalam podcast Dony Oskaria Bongkar Rencana Rahasia Danantara di Era Prabowo yang tayang di kanal YouTube @BukanKalengKalengID, Dony mengatakan calon direktur utama BUMN kini harus melalui proses asesmen yang lebih terstandarisasi.
Menurut Dony, setiap kandidat wajib mengikuti uji kompetensi dasar yang dilakukan oleh empat konsultan independen. Setelah itu, para calon juga harus menjalani wawancara dengan panel yang terdiri atas pewawancara bersertifikat.
"Tujuannya memastikan setelah perusahaan ini dibenahi, perusahaan dipimpin oleh orang-orang yang memang qualified. Kalau tidak, setelah dibenahi tetapi dipimpin orang yang tidak qualified, hasilnya akan sia-sia," ujar Dony dikutip Jumat (12/6).
Purnawirawan TNI di Kursi Dirut BUMN
Selain Bambang Ismawan, sejumlah perusahaan pelat merah saat ini juga dipimpin oleh purnawirawan TNI. Posisi dirut PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ditempati Untung Budiharto. Untung merupakan purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal dan memperoleh kenaikan pangkat kehormatan menjadi Letnan Jenderal. Untung diangkat sebagai Direktur Utama ANTM dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Desember 2025.
Sementara itu, PT Timah Tbk (TINS) dipimpin oleh Restu Widiyantoro sebagai dirut. Sebelum berkarier di dunia korporasi, Restu merupakan perwira TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Kolonel Infanteri. Lulusan Akademi Militer 1987 tersebut juga memperoleh pangkat kehormatan Brigadir Jenderal TNI.
Kehadiran purnawirawan TNI juga terlihat pada jajaran komisaris sejumlah BUMN. Di PT Adhi Karya Tbk (ADHI), misalnya, posisi Komisaris Utama dijabat oleh Mayjen TNI (Purn.) Dody Usodo Hargo. Sebelum pensiun, Dody bertugas sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat. Dody diangkat sebagai Komisaris Utama ADHI dalam perombakan pengurus yang dilakukan Kementerian BUMN pada 2020.
Selain di perusahaan terbuka, para purnawirawan juga menduduki posisi stratgis di perusahaan BUMN tertutup. Misalnya di PT Agrinas Palma Nusantara. BUMN yang bergerak di sektor tata kelola perkebunan kelapa sawit ini menunjuk Letjen TNI (Purn.) R. Wisnoe Prasetja Boedi sebagai Komisaris Utama.
Di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), posisi Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen ditempati Mayjen TNI (Purn.) Musa Bangun. Selain itu, Brigjen TNI (Purn.) Hari Soebagijo menjabat sebagai Komisaris Independen.
Sebelumnya, posisi Komisaris Utama Inalum juga pernah diisi oleh Letjen TNI (Purn.) Doni Monardo yang kemudian dikenal luas saat memimpin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
