BSI (BRIS) Raup Laba Rp 3,39 T hingga Mei 2026, Ini Sektor Bisnis Penopangnya

Ahmad Islamy
8 Juli 2026, 15:08
BSI
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/tom.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) mengoptimalkan layanan pelunasan biaya haji tahap 1 melalui kantor cabang BSI, mobile banking BYOND by BSI, 126 ribu BSI Agen, dan BSI Net yang dimulai pada 24 November-23 Desember 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) membukukan laba bersih Rp 3,39 triliun sepanjang Januari–Mei 2026. Perolehan tersebut meningkat 16,73% secara tahunan atau year on year (YoY), didorong pertumbuhan dana murah (CASA), ekspansi pembiayaan yang tetap berkualitas, serta penguatan transformasi digital dan bisnis bank emas.

Kinerja tersebut mencerminkan strategi perseroan dalam mengoptimalkan peran sebagai bank syariah sekaligus bank emas (bullion bank). BSI mengandalkan penghimpunan dana murah melalui berbagai ekosistem syariah, sembari memperluas akses masyarakat terhadap layanan investasi emas.

Hingga Mei 2026, dana pihak ketiga (DPK) BSI mencapai Rp 372 triliun atau tumbuh 16,74% secara tahunan. Pertumbuhan itu ditopang dominasi dana murah, dengan saldo tabungan mencapai Rp 165 triliun atau setara 44,35% dari total DPK. Kondisi tersebut turut mendorong rasio current account saving account (CASA) naik menjadi 63,16%.

Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho menuturkan, pertumbuhan laba didorong implementasi strategi dual license BSI sebagai bank syariah dan bank emas yang membuka sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat basis dana murah.

Sebagai bank syariah, kata dia, BSI terus memperkuat penghimpunan dana melalui ekosistem haji dan umrah. Sementara sebagai bank emas, perseroan memperluas literasi dan akses tabungan BSI emas yang kini dapat dimulai dari Rp 50 ribu. 

"Strategi ini mendapat respons yang sangat positif, terutama dari generasi muda yang kini menjadi mayoritas nasabah baru BSI," ungkap Cahyo dalam keterangannya, dikutip Rabu (8/7).

Sejalan dengan strategi tersebut, saldo Tabungan Haji BSI tumbuh 17,15% secara tahunan menjadi Rp 6,25 triliun hingga Mei 2026. Perseroan juga terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya merencanakan ibadah haji sejak dini melalui berbagai program literasi di sejumlah kota.

Di sisi digital, kemudahan pembukaan rekening Tabungan Haji melalui aplikasi BYOND by BSI turut mendorong peningkatan akuisisi nasabah. Hingga Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi melampaui Rp 450 triliun.

Penguatan dana murah dan transformasi digital juga menopang ekspansi pembiayaan. Hingga Mei 2026, pembiayaan BSI tumbuh 14,60% secara tahunan menjadi Rp 335 triliun, terutama pada segmen konsumer, dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio non-performing financing (NPF) gross membaik menjadi 1,80% dari 1,88% pada periode yang sama tahun lalu.

Cahyo mengatakan, BSI akan terus memperkuat sinergi antara layanan digital, jaringan kantor cabang, e-channel, dan pengembangan ekosistem syariah untuk memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.

BSI pun optimistis bahwa penguatan dana murah, transformasi digital, serta pengembangan ekosistem haji, umrah, dan bisnis bank emas akan menjadi mesin pertumbuhan berkelanjutan bagi perseroan. 

"Seluruh layanan BSI saling terintegrasi untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah sekaligus memperkuat peran BSI sebagai mitra strategis masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keuangan syariah secara menyeluruh," ujar Cahyo.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...