Danantara Restrukturisasi Besar-besaran, 652 Perusahaan BUMN Bakal Hilang

Nur Hana Putri Nabila
7 Agustus 2026, 14:21
Danantara
Danantara
Ilustrasi Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyebut sekitar 652 perusahaan akan hilang menyusul percepatan streamlining alias perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Lalu berapa perusahaan pelat merah yang tersisa nanti?

Pada Kamis (6/8) kemarin, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dan utusan khusus Presiden membahas perkembangan transformasi BUMN. Salah satu topik yang dibahas mengenai percepatan program streamlining hingga  berbagai perkembangan transformasi yang tengah dijalankan di lingkungan BUMN.

Dony mengatakan hingga saat ini sebanyak 274 entitas telah ditata sebagai bagian dari transformasi pengelolaan BUMN. Ia menegaskan program streamlining terus berjalan sesuai target.

“Kurang lebih nanti total yang akan kami selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang, sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan,” ungkap Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN, Jumat (7/8).

Tak hanya itu, dia mengaku sudah mulai merasakan dampak positif dari transformasi di sejumlah BUMN. Salah satunya melalui perubahan strategi bisnis Pupuk Indonesia yang membukukan laba hingga Rp 6,1 triliun dalam enam bulan pertama tahun ini.

Dony menjelaskan lebih lanjut bahwa transformasi juga mulai mendorong kenaikan kapasitas produksi dan memperluas pasar ekspor industri pupuk nasional. “Sekarang kami sudah membangun 8 dan memperbaiki 8 pabrik pupuk kami dan sudah mulai ekspor pupuk, bulan lalu ekspor perdana kami ke Australia. Jadi kami sudah menjadi eksportir pupuk sekarang,” ujar Dony.

Dikatakannya, BP BUMN dan Danantara mendorong BUMN menjadi perusahaan yang lebih sehat, adaptif, dan berdaya saing. Penyederhanaan struktur perusahaan, penguatan strategi bisnis, hingga peningkatan kinerja operasional diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...