Danantara Bidik Investor Global, MIND ID Kebut Proyek Baterai EV Rp 96 Triliun

Ahmad Islamy
28 Oktober 2026, 13:25
Danantara
Danantara
Danantara mempercepat hilirisasi nikel melalui MIND ID (ilustrasi).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia mendorong kerja sama investasi dengan mitra strategis dari berbagai negara guna mempercepat pengembangan industri hilir nikel di Tanah Air. Kemitraan tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai nilai industri sekaligus membangun ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, Danantara Investment Management (DIM) dapat berperan dalam mencari mitra strategis yang memiliki keahlian sekaligus kemampuan investasi untuk mengembangkan fasilitas produksi di dalam negeri.

Menurut dia, pendekatan tersebut salah satunya tercermin dalam langkah hilirisasi yang dijalankan MIND ID Group melalui sejumlah entitasnya, yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (Antam), dan Indonesia Battery Corporation (IBC). Ketiga entitas tersebut mengembangkan industri hilir dengan membuka kolaborasi bersama calon investor maupun investor yang berasal dari berbagai negara.

"Contoh lain adalah yang dilakukan oleh teman-teman di tempatnya MIND ID. Karena kan ini ada Inalum, ada Antam, ada IBC. Mereka dalam hal ini melakukan upaya hilirisasi bermitra dengan calon investor lain atau investor lain yang berasal dari negara lain juga," ujar Pahala dalam BIG Downstream Insights 2026 di Jakarta, Selasa (6/10).

Pahala menjelaskan, hilirisasi nikel tidak hanya berhenti pada proses pengolahan bahan mentah, tetapi mencakup rangkaian produksi yang saling terintegrasi. Tahapan tersebut meliputi pengolahan nikel menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP) dan nikel sulfat, kemudian dilanjutkan ke produksi katoda, sel baterai, hingga paket baterai. 

Menurut dia, pembangunan rantai produksi tersebut membutuhkan investasi di setiap tahapan agar ekosistem industri baterai kendaraan listrik dapat berkembang secara terintegrasi di Indonesia.

Dalam ekosistem MIND ID Group, masing-masing entitas memiliki peran yang saling melengkapi. Antam menjalankan kegiatan di sektor pertambangan nikel, sementara IBC berperan dalam pengembangan ekosistem baterai.

Kerja sama dengan investor strategis menjadi salah satu opsi untuk memperkuat pengembangan industri hilir hingga menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi. Namun, pengembangan tersebut juga menghadapi tantangan, terutama terkait kebutuhan modal yang besar dan kepastian ketersediaan bahan baku.

Sekretaris Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Septian Hario Seto mengatakan, kebutuhan modal untuk investasi di sektor hilirisasi jauh lebih besar dibandingkan dengan investasi di sektor hulu. Oleh karena itu, keterhubungan antara sektor hulu dan hilir perlu diperkuat karena menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan investor ketika masuk ke industri hilir.

Dengan keterkaitan tersebut, investasi yang telah dikucurkan di sektor hulu maupun hilir diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan tujuan dan perencanaan awal. "Jadi pertama bagaimana keterkaitan hulu dan hilir ini sebenarnya sesuatu yang sangat fundamental ya. Jadi hulu itu merupakan basis jaminan atau kenyamanan untuk orang melakukan hilirisasi. Kita tahu bahwa investasi di hilirisasi itu berkali-kali lipat besarnya dibandingkan investasi di sektor hulu ya," ujar Seto.

Salah satu proyek yang mencerminkan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik secara terintegrasi di Indonesia melibatkan Antam, IBC, dan perusahaan asal Cina, Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co Ltd (CBL). CBL merupakan perusahaan patungan yang melibatkan Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL), Brunp, dan Lygend.

Nilai investasi proyek ekosistem baterai terintegrasi tersebut mencapai US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 96,04 triliun (dengan asumsi nilai tukar Rp 16.278 per dolar AS). Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia membangun rantai industri baterai kendaraan listrik secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga produk hilir.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...