Menteri ESDM Terus Upayakan Indonesia Masuk OPEC

Safrezi Fitra
4 Juni 2015, 11:43
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said terus mengupayakan agar Indonesia bisa masuk menjadi anggota organisasi produsen dan pengekspor minyak, Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Niatan ini sudah disampaikan saat Seminar Internasional OPEC ke 6 yang berlangsung pada 3-4 Juni 2015 di Wina, Austria. "Sudah bertemu Sekjen OPEC dan mereka menyambut gembira kehadiran kembali kita (Indonesia). Saya juga sudah bertemu bilateral dengan para anggota," kata dia kepada Katadata, Kamis (4/6).

Menurut Sudirman jika Indonesia berada dalam komunitas OPEC, Indonesia memiliki akses pada perkembangan informasi migas secara rutin. Selain itu Indonesia juga dapat menjalin hubungan pertemanan dengan para produsen minyak terbesar di dunia.

Dengan begitu, diharapkan negara produsen migas dapat membuka kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan transaksi langsung. Peluang kerjasama Indonesia dengan negara produsen juga terbuka dalam investasi migas, terutama di industri hilir dan petrokimia. Peluang ini yang menurut Sudirman Said telah terputus sejak tujuh tahun lalu.

Indonesia memutuskan keluar dari keanggotaan OPEC pada 2008. Keputusan keluar ini lantaran Indonesia sudah menjadi pengimpor bersih sejak 2003. Kegiatan eksplorasi dan produksi berkurang, sedangkan konsumsi terus naik. Sehingga posisi cadangan migas dalam negeri pun menurun.

Berdasarkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), produksi minyak mentah Indonesia sejak 1996 hingga 2006 terus mengalami penurunan rata-rata sebesar 10 persen sampai 12 persen.

Kemudian sejak 2006 hingga 2011, penurunan rata-rata produksi minyak mentah nasional sebesar 2 persen sampai 3 persen. Kondisi ini berbanding terbalik dengan laju konsumsi minyak di dalam negeri yang rata-rata tumbuh sebesar 5,8 persen.

Atas dasar inilah Sudirman merasa Indonesia harus bisa bergaul dengan produsen minyak dunia. Meski demikian, Kepala Divisi Pengendalian Program dan Anggaran Bidang Pengendalian Perencanaan SKK Migas yang juga Analisis Kebijakan Fiskal OPEC Benny Lubiantara, mengatakan Indonesia sangat sulit bergabung dengan OPEC.

Untuk menjadi anggota atau negara peninjau pun syaratnya harus menjadi negara pengekspor bersih (net exporter) minyak. Alasan untuk mendapatkan minyak lebih mudah pun tidak tepat. Menurut dia untuk mendapatkan minyak tidak harus menjadi OPEC. Menurut dia hal itu bisa didapatkan dengan meningkatkan hubungan bilateral  dengan negara-negara penghasil minyak.

"Malaysia tidak pernah jadi anggota OPEC, tapi bisa mendapatkan minyak dengan mudah karena interaksi dengan negara penghasil minyak berjalan baik," ujar dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Arnold Sirait

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...