Pemerintah Uji Coba Peningkatan Kandungan Lokal di Industri Migas

Safrezi Fitra
21 Mei 2015, 10:48
tambang minyak
skkmigas.go.id

KATADATA ? Permerintah akan melakukan uji coba penggunaan sepenuhnya komponen lokal (local content)pada kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas). Pemerintah juga sedang menyiapkan lokasi untuk uji coba ini di daerah perairan Sulawesi Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan uji coba ini dilakukan dengan menggunakan seluruh sumber daya manusia dan peralatan dari dalam negeri untuk kegiatan eksplorasi migas. Percobaan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan penggunaan komponen lokal pada industri migas.

"Analisa awal telah dilaksanakan. Akan dicoba satu wilayah di Sulawesi Selatan. Bagaimana melaksanakan eksplorasi awal menggunakan kemampuan ahli indonesia dan kemampuan kapal survei Indonesia," kata dia di Jakarta Conventional Center, Jakarta, Rabu (20/5).

Melalui uji coba ini akan bisa dilihat seberapa besar kandungan lokal yang bisa digunakan untuk kegiatan eksplorasi migas. Ini merupakan upaya pemerintah untuk lebih meningkatkan kandungan lokal dalam industri migas.

Menurut dia, saat ini penggunaan kandungan lokal dalam industri migas masih sekitar 54 persen. Jika dikategorikan menurut barang dan jasa, penggunaan komponen lokal untuk barang masih di bawah 50 persen. Untuk jasa pun dibagi dua jasa di darat dan di laut. Penggunaan komponen lokal jasa di darat sudah sekitar 60 - 70 persen, tapi jasa di laut masih di bawah 20 persen.

"Kami bekerjasama dengan SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas), untuk melihat bagaimana caranya dalam pendekatan bisnis kegiatan eksplorasi migas di laut bisa juga meningkat," ujar dia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan pihaknya juga akan terus berupaya meningkatkan kandungan lokal dalam industri migas. Menurut dia penggunaan komponen lokal bisa membuat industri migas lebih efisien.

"Semakin banyak local content (kandungan lokal yang digunakan), tidak saja bangun national capacity, itu secara cost (biaya) lebih kompetitif," ujar dia.

Nantinya, SKK Migas akan mengawasi dan mengatur pada lima komoditi pada industri migas yang harus menggunakan produk dalam negeri. Lima komoditas tersebut adalah pipa, kontraktor EPC (engineering, procurement and construction), rig, turbo, dan kapal operator migas.

Jika aturan yang mewajibkan kelima komoditi ini bisa diterapkan maksimal, maka tersebut penggunaan komponen lokal bisa meningkat hingga 75 persen. Artinya 75 persen pengadaan barang dan jasa di industri hulu migas sudah bisa dipenuhi dari dalam negeri.

Sudirman juga menyebut dalam lima tahun terakhir, penggunaan komponen lokal di industri hulu migas terus menurun, padahal nilainya terus naik.

Pada 2011 nilai pengadaan barang dan jasa hulu migas sebesar US$ 11,815 miliar, penggunaan komponen lokal sudah 61 persen. Pada 2012 nilai pengadaannya sebesar US$ 16,613 miliar, penggunaan komponen lokalnya 60 persen. Pada 2013 pengadaan barang dan jasa US$ 13,920 miliar, komponen lokal 57 persen. Tahun lalu, nilai pengadaan barang dan jasa industri hulu migas mencapai US$ 17,354 miliar, tapi penggunaan komponen lokalnya hanya 54 persen.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Arnold Sirait

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...