Perbaikan CAD Menyumbang NPI Surplus US$ 1,3 Miliar

Image title
Oleh
18 Mei 2015, 08:34
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Setelah mencatatkan surplus pada triwulan keempat tahun lalu, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kembali surplus pada triwulan pertama tahun ini surplus US$ 1,3 miliar. Namun, nilai ini lebih rendah dibanding NPI triwulan IV 2014 sebesar US$ 2,41 miliar.

Endy Dwi Tjahjono, Direktur Departemen Statistik BI mengatakan surplus NPI pada triwulan I 2015 karena adanya perbaikan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) serta transaksi modal dan finansial.

Catatan BI, selama triwulan pertama 2015, CAD turun jadi US$ 3,8 miliar atau 1,8 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Di triwulan keempat tahun lalu masih sebesar US$ 5,7 miliar atau 2,6 persen dari PDB.

Turunnya CAD ditopang perbaikan neraca dagang minyak dan gas (migas) akibat impor minyak menyusut karena harga minyak dunia melandai. Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berkurang tercatat turut menyumbang perbaikan pada neraca perdagangan migas tersebut.

Endy mendambahkan, perbaikan CAD juga ditopang kempisnya defisit neraca jasa mengikuti turunnya impor barang, berkurangnya pengeluaran wisatawan nasional keluar negeri, dan turunnya pendapatan primer. "Di triwulan kedua, CAD bisa di bawah triwulan kedua 2014," kata Endy seperti dikutip Kontan, Senin (18/5).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Redaksi
Editor: Arsip

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...