Pemerintah Akan Suntik Modal Tiga BUMN Rp 12 Triliun
KATADATA ? Pemerintah berencana menambah modal senilai RP 11,9 triliun di tiga badan usaha milik negara (BUMN). Penyertaan Modal Negara (PMN) tersebut dalam rangka membiayai sejumlah proyek yang akan digarap tahun ini.
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah berupaya mendorong perusahaan pelat merah untuk lebih ekspansif. Saat ini ada tiga BUMN yang sudah diusulkan untuk masuk dalam program privatisasi.
?Sudah ada usulan, tapi belum dibahas,? ujar Sofyan kepada Katadata, Kamis (8/2).
(Baca: Pemerintah Siapkan Rights Issue Tiga BUMN)
Ketiga BUMN tersebut antara lain PT Adhi Karya Tbk, PT Waskita Karya Tbk, dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Dari ketiga BUMN tersebut, Antam yang bakal menerima PMN paling besar.
Pemerintah rencananya akan memberikan tambahan modal kepada Antam sebesar Rp 7 triliun. Berdasarkan surat Menteri BUMN kepada Menko Perekonomian pada 3 Desember 2014 lalu, dana tersebut akan dipakai untuk membiayai tiga proyek. (Baca: Antam Tunggu Kepastian Pemerintah untuk Rights Issue)
Ketiga proyek itu antara lain, proyek feronikel di Halmahera Timur dengan estimasi senilai US$ 1,6 miliar-US$ 1,7 miliar; proyek smelter grade alumina (SGA) di Menpawah senilai US$ 1,7 miliar-US$ 1,8 miliar; dan proyek anode slime dengan nilai investasi US$ 40 juta.
Kemudian PMN kepada Waskita Karya rencananya sebesar Rp 3,5 triliun. Suntikan kepada Waskita Karya tersebut seiring rencana perseroan menerbitkan saham baru atau rights issue pada kuartal II tahun ini. PMN tersebut supaya porsi kepemilikan saham pemerintah di BUMN karya trersebut tidak berkurang.
(Baca: Rights Issue Waskita Karya Digelar Kuartal II-2015)
Saat ini, kepemilikan saham pemerintah di Waskita sebesar 67,5 persen, sedangkan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 98 tahun 2012 menyebutkan batas minimal kepemilikan saham negara di Waskita sebesar 65 persen.
Hal yang sama juga dilakukan kepada Adhi Karya yang akan diberi PMN sebesar 1,4 triliun. Emiten berkode ADHI tersebut juga akan menggelar rights issue sebanyak 30 persen dari modal yang disetorkan. Saat ini, porsi kepemilikan pemerintah di Adhi Karya sebesar 51 persen.
Seperti diberitakan, pemerintah sebelumnya berencana menyuntik tambahan modal sebesar Rp 30 triliun kepada BUMN infrastruktur. Dana tersebut berasal dari penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM). (Baca: Pemerintah Akan Suntik Rp 30 Triliun untuk BUMN Infrastruktur)
