Susi Pudjiastuti, Bakul Ikan yang Jadi Menteri
KATADATA- Menteri Kelautan dan Perikanan terpilih, Susi Pudjiastuti mengatakan Indonesia harus bisa maju di bidang kelautan dan perikanan. Mengingat 70 persen wilayah Indonesia merupakan wilayah laut.
"Kita punya sumber yang renewable kalau kita kelola," katanya di halaman Istana Negara, Jakarta, Minggu (26/10).
Dia pun optimistis, dengan kebersamaan dari semua pihak maka Indonesia dapat berjaya di bidang perikanan. Namun, sampai saat ini Susi mengaku belum memiliki gambaran mengenai program yang akan dia terapkan di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dia mengatakan, masih menunggu arahan presiden.
"Belum kebayang. kalau kerja sebagai bakul ikan, jualan, saya tahu. Tapi secara keseluruhan sebagai kesatuan yang besar saya masih tunggu presiden," ucapnya.
Susi sebelumnya adalah pemilik dan Presiden Direktur PT. ASI Pudjiasturi Marine Product dan PT. ASI Pudjiastuti Aviation atau maskapai Susi Air. Wanita kelahiran Pangandaran 15 Januari 1965 ini hanya memiliki ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP), mengingat dirinya dikeluarkan dari Sekolah Menengah Atas karena keaktifannya di gerakan golput. Susi mengawali karirnya sebagai pengepul ikan di Pangandaran pada 1983.
Segudang penghargaan juga pernah diraih Susi, seperti Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia. Tahun2006, ia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award dari PT Exelcomindo dan Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009.
Pada 2008, ia mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School.
