Data Kematian Covid-19 Paling Mempengaruhi Sektor Ritel dan Manufaktur

Andrea Lidwina
2 Desember 2020, 19:23
kematian Covid-19, mobilitas masyarakat, tingkat kematian, chatib basri
Bekraf
Ekonom Chatib Basri mengatakan ekonomi Indonesia belum akan sepenuhnya pulih pada tahun depan.

Jumlah kematian akibat Pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap tingkat mobilitas masyarakat. Hal ini lantas mempengaruhi penjualan ritel, keyakinan konsumen, dan kondisi perekonomian secara keseluruhan. 

Ekonom Chatib Basri  menjelaskan survei yang dilakukan office of Chief Economist  Bank Mandiri menunjukkan bahwa masyarakat cenderung tetap tinggal di rumah ketika kasus kematian akibat virus corona meningkat.

“Menariknya, hanya kurang dari lima hari. Di hari ketiga, mereka sudah keluar lagi," katanya dalam Mandiri Webinar Series bertajuk “Dunia Pasca Pandemi, Ada Apa dengan 2021?” pada Rabu (2/12).

Ia menjelaskan, keputusan tinggal di rumah atau bepergian keluar dipengaruhi oleh kelas ekonomi masyarakat. Masyarakat kelompok ini tidak memiliki tabungan sehingga terpaksa keluar rumah untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan.

Faktor ini pula yang menyebabkan lockdown atau pembatasan sosial di sejumlah negara, seperti Indonesia dan India tidak efektif. “Mereka hanya akan tinggal di rumah kalau diberi cash transfer,” kata Chatib. 

Maka meski indeks keyakinan konsumen kelompok masyarakat ini masih di bawah 100 atau pesimistis, keyakinan konsumen masyarakat bawah masih lebih baik dibandingkan kelompok menengah atas. Apalagi, konsumsi mereka didominasi oleh barang-barang esensial yang memang harus dipenuhi. 

Sementara itu, kelompok berpendapatan menengah dan atas yang secara umum memiliki tabungan lebih akan memilih banyak beraktivitas di dalam rumah. Konsumsi mereka turun paling signifikan karena mengurangi pembelian barang nonesensial yang selama ini memberikan sumbangan paling besar tetapi membutuhkan mobilitas tinggi.

"Seperti traveling atau membeli barang mewah. Orang masih ragu membeli barang mahal secara online seperti mobil, itu kan harus dilihat," katanya.

Ia menyarankan, daya beli kelompok masyarakat berpendapatan bawah harus dipertahankan dengan  bantuan sosial. Sementara kelompok menengah atas harus didorong untuk berbelanja dengan mengendalikan kasus pandemi Covid-19. 

Chatib memproyeksi ekonomi belum akan sepenuhnya pulih. Ini karena program vaksinasi  membutuhkan waktu. Mantan menteri keuangan ini memproyeksi ekonomi baru akan pulih ke level sebelum pandemi pada 2022. 

Halaman:
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...