Pemulihan Ekonomi Berpotensi Tertahan, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga
Bank Indonesia diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) yang akan diumumkan pada hari ini, Kamis (19/8). Suku bunga rendah dibutuhkan di tengah pemulihan ekonomi yang berpotensi tertahan pada kuartal ketiga tahun ini.
"Di tengah situasi yang tidak pasti ini, kami melihat BI perlu mempertahankan suku bunga kebijakannya di 3,5% dengan tetap menjaga nilai tukar dan stabilitas keuangan," kata Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky dalam hasil kajiannya yang diterima Katadata.co.id, Kamis (19/8).
Riefky menjelaskan, pertumbuhan ekonomi berpeluang melambat pada periode Juli hingga September sekalipun kuartal sebelumnya melesat 7,07%. Asumsi ini tercermin dari data Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang anjlok ke fase kontraksi bulan lalu. PMI Manufaktur Juli 2021 tercatat turun ke level 40,1 setelah bulan sebelumnya di 53,5. Ini sekaligus menandai kontraksi pertama pada sektor manufaktur dalam sembilan bulan terakhir.
Indikator lainnya yakni indeks keyakinan konsimen (IKK) bulan Juli yang anjlok ke fase pesimistis setelah tiga bulan sebelumnya selalu tercatat optimistis. IKK Juli 2021 tercatat 80,2 poin, turun dari bulan sebelumnya 107,4.
"Ini menunjukkan bahwa ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian enam bulan ke depan masih terbatas, baik dari sisi kegiatan usaha maupun ketersediaan lapangan pekerjaan," ujar Riefky.
Secara rinci, IKK pada Juli 2021 mengalami penurunan pada seluruh kelompok pengeluaran, terutama responden dengan pengeluaran Rp 1 juta -Rp 2 juta per bulan. Dari sisi usia, penurunan IKK juga terjadi di seluruh kelompok, khususnya responden berumur 41-50 tahun.
Selanjutnya, kondisi harga barang-barang yang mengalami inflasi 0,08% secara bulanan pada Juli 2021 juga mencerminkan pemulihan ekonomi yang masih sangat terbatas. Meski dua komponen indeks harga konsumen (IHK) yakni harga bergejolak dan harga di atur pemerintah berhasil mengalami kenaikan, masing-masing inflasi 0,14% dan 0,05%, inflasi inti justru melemah dari bulan sebelumnya 0,16% menjadi 0,07%.
Riefky menyebut, dengan kondisi pembatasan mobilitas dengan PPKM Level 1-4 yang masih berlangsung, inflasi bulan ini diprediksi masih akan rendah. Hal ini juga sebagaimana survei pekan kedua Agustus yang dirilis BI, tingkat inflasi Agustus diperkirakan lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 0,04% secara bulanan.
Beberapa komoditas yang diramal akan menyumbang kenaikan IHK bulan ini diantaranya, tomat, minyak goreng dan telur ayam ras yang akan naik 0,02%. Selain itu, bawang merah, rokok kretek filter akan mengalami inflasi lebih kecil 0,01%.
Sementara, BI dalam Rapat Dewan Gubernur pada 21-22 Juli 2021 memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga sebesar 3,5%. Suku bunga deposit facility tetap 2,75% dan suku bunga lending facility tetap 4,25%.
Tingkat suku bunga yang ada saat ini tercatat sebagai yang terendah dalam sejarah, Selain itu, BI juga masih mempertahankannya setelah penurunan terakhir pada bulan Februari lalu. Tingkat suku bunga telah turun 75 basis poin (bps) sejak Juni 2020, BI7DRR turun dari 4,25% menjadi 3,50%.
