Tujuh Agenda Prioritas di Sektor Keuangan saat RI Jadi Presidensi G20

Agustiyanti
15 September 2021, 07:30
G20, presidensi G20, pertemuan G20
ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf/rwa.
Ilustrasi. Indonesia akan menjadi presidensi pertemuan G20 pada tahun depan.

Indonesia akan menjadi tuan rumah atau presidensi G20 pada tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, terdapat tujuh agenda prioritas di sektor keuangan (finance track) yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, antara lain koordinasi langkah penarikan stimulus dan persiapan penerbitan mata uang digital bank sentral. 

“Tema utama pertemuan G20 dibawah presidensi Indonesia pada tahun depan adalah pulih bersama dan lebih kuat atau recover together and stronger. Ini membutuhkan koordinasi global,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Bersama Kesiapan Presidensi G20, Selasa (14/9).

Sri Mulyani menjelaskan, akan terdapat 150 pertemuan tingkat pimpinan, menteri, deputi, hingga working group selama Indonesia menjadi presidensi G20 yang akan dimulai pada 1 Desember 2021. Dari total pertemuan tersebut, akan ada 28 pertemuan di bidang keuangan atau finance track. 

Adapun tujuh agenda prioritas jalur keuangan yang akan dibahas dalam rangkaian pertemuan G20, yakni:

  1. Koordinasi langkah penarikan stimulus atau exit policy untuk mendukung pemulihan.  

    Dibutuhkan koordinasi terkait tahapan penarikan stimulus ekonomi yang saat ini dilakukan seluruh negara-negara G20. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi global dan masing-masing negara G20 diharapkan terus berlangsung.

    "Ini tentu bukan hal yang mudah karena kondisi setiap negara berbeda-beda. Persoalannya adalah bagaimana desain dan kapan kita akan mulai melakukan exit policyIni adalah isu utama dan paling penting yang akan dibahas di finance track," kata dia.  

  2. Mengatasi dampak Pandemi Covid-19 untuk menjaga pertumbuhan

    Semua negara melihat dampak covid-19 bukan hanya di bidang kesehatan, tetapi juga luka  yang ditimbulkan di bidang ekonomi. Sri Mulyani mencontohkan, terjadi gangguan pada sisi suplai hingga masalah neraca keuangan yang dihadapi banyak perusahaan. Kondisi ini membutuhkan pemulihan. 

    "Akan dibahas bagaimana desain kebijakan untuk mendorong produktivitas dan memulihkan kembali ekonomi," ujarnya. 

  3. Pembiayaan berkelanjutan

    Ini merupakan salah satu isu penting lainnya yakni upaya sektor keuangan untuk  membantu mengatasi perubahan iklim. Pembahasan akan mencakup green finance facility, termasuk stimulus dibidang fiskal untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. 

  4. Pemajakan internasional

    Pembahasan akan mencakup kemajuan dan pelaksanaan persetujuan global taxation principle. insentif pajak, pajak digital, praktik penghindaran pajak, serta reformasi perpajakan. "Reformasi di bidang perpajakan akan menjadi menu utama karena ini adalah salah satu prioritas Indonesia yang juga sedang kita jalankan dan juga prioritas negara-negara G20," ujarnya.

    Sri Mulyani menekankan, pihaknya akan menjaga kepentingan Indonesia dan negara berkembang dalam berbagai pembahasan di pertemuan G20. Dengan demikian, Indonesia dan negara berkembang tak akan dirugikan terutama ditengah digitalisasi ekonomi.  

  5. Sistem pembayaran lintas negara

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, sistem pembayaran lintas negara akan didorong untuk menurunkan biaya hingga mempercepat dan memperluas akses sistem keuangan. 

  6. Inklusi keuangan: digital dan UMKM

    Pembahasan akan fokus bagaimana digitalisasi perbankan akan mendorong UMKM, termasuk upaya yang akan dilakukan lintas negara

  7. Persiapan penerbitan mata uang digital bank sentral

    Digitalisasi pembayaran juga akan mencakup upaya bank sentral membentuk mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/CDBC), termasuk rencana Indonesia menerbitkan rupiah digital. Perry mengatakan, akan ada tiga pembahasan utama. pertama, bagaimana CDBC menjadi alat pembayaran yang sah. Kedua, bagaimana CDBC mendukung tugas bank sentral di bidang moneter dan sistem keuangan. Ketiga, bagaimana CDBC mendukung inklusi keuangan dengan kerja sama pembayaran lintas negara. 

    Agenda Lanjutan G2o 

Selain ketujuh agenda prioritas tersebut, menurut Sri Mulyani, akan ada beberapa agenda yang merupakan pembahasan lanjutan pertemuan G20 sebelumnya, mencakup:

  • Dukungan global untuk semua negara rentan yang paling terkena dampak pandemi Covid-19. 

    Ini dilakukan melalui alokasi special drawing rights (SDR), fasilitas pembiayaan multilateral development banks, agenda restrukturisasi utang, dan kemungkinan dukungan lainnya. 

  • Investasi infrastruktur. 

    Mencakup transformasi infrastruktur digital dan mendorong investasi swasta untuk meningkatkan dan mempercepat investasi infrastruktur setelah pandemi. 

  • Agenda keuangan berkelanjutan.

    Diskusi akan diarahkan pada transisi yang adil dan terjangkau untuk mempercepat pemulihan ekonomi yang ramah lingkungan. 

  • Penguatan regulasi keuangan dalam rangka mengembangkan sistem keuangan digital.

    Diskusi akan menekankan dampak inovasi digital, yang tidak hanta fokus pada manfaat tetapi juga menahan potensi risiko yang muncul.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...