Rupiah Melemah ke 14.356 per dolar AS Tertekan Lonjakan Inflasi AS

Agustiyanti
11 Februari 2022, 09:44
rupiah, rupiah hari ini, rupiah melemah
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/rwa.
Ilustrasi. Rupiah pagi ini melemah bersama mayoritas mata uang Asia.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,03% ke level Rp 14.338  per dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (11/2). Namun, rupiah diperkirakan berbalik melemah tertekan data lonjakan inflasi Amerika Serikat yang mencapai 0,75%. 

Mengutip Bloomberg, rupiah bergerak melemah ke posisi Rp 14.355 per dolar AS hingga pukul 09.40 WIB. Posisi ini juga lebih lemah dibandingkan penutupan kemarin Rp 14.342 per dolar AS.

Mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS. Won Korea melemah 0,24%, rupee India 0,19%,  Peso Filipina 0,17%, yuan Cina dan ringgit Malaysia masing-masing 0,11%, dolar Taiwan 0,07%, dan dolar Hong Kong 0,5%. Sementara itu, baht Thailand menguat 0,13%, demikian pula yen Jepang dan dolar Singapura masing-masing 0,02%

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra menjelaskan, kurs rupiah hari ini  berpotensi tertekan terhadap dolar AS karena ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve yang agresif tahun ini. Ekspektasi tersebut menguat setelah data inflasi konsumen AS Januari yang dirilis semalam menunjukkan kenaikan melebihi inflasi bulan sebelumnya, yakni mencapai 7,5%.

"Hari ini rupiah berpotensi melemah ke kisaran Rp 14.400 per dolar AS, dengan potensi support di kisaran Rp 14.330 per dolar AS," ujar Ariston kepada Katadata.co.id, Jumat (11/2).

Ia menjelaskan, survei FedWatch yang dirilis CME Group menunjukkan probabilitas suku bunga acuan AS naik 50 basis poin pada rapat the Fed selanjutnya pada Maret. Probabilitas ini meningkat menjadi 85% dari sebelumnya hanya 24%.

Yield obligasi pemerintah AS juga naik karena ekspektasi ini. Yield tenor 10 tahun sudah menembus angka 2%, level yang belum pernah disentuh sejak Agustus 2019," kata dia. 

Di sisi lain,  menurut dia, optimisme terhadap pemulihan ekonomi global yang membayangi pergerakan pasar keuangan beberapa hari sebelumnya mungkin bisa menahan pelemahan rupiah.

Sementara itu, Analis DC Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi menguat didukung oleh faktor domestik yang terefleksi pada aliran modal asing masuk. "Meskipun rupiah akan tertekan oleh kenaikan inflasi AS. Namun tekanan ini terbatas karena ekspektasi pasar terkait kenaikan bunga The Fed sudah sangat tinggi yakni lima kali pada tahun ini," kata dia. 

Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak pada rentang Rp 14.300 hingga Rp 14.400 per dolar AS.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...