Jumlah Pengangguran Turun 350 Ribu, BPS: Belum Pulih dari Covid-19
Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pengangguran pada Februari 2022 turun 350 ribu dibandingkan Februari 2021 menjadi 8,4 juta orang. Sementara tingkat pengangguran terbuka turun 0,43% menjadi 5,83%.
Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, jumlah angkatan kerja pada Februari 2022 sebanyak 144,01 juta orang, naik 4,20 juta orang dibanding Februari 2021. Sementara penduduk yang bekerja pada Februari 2020 bertambah 4,55 juta orang menjadi 135,61 juta orang. Dengan demikian, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) naik sebesar 0,98%.
"Secara absolut, jumlah pengangguran turun 350 ribu orang, dari 8,75 juta menjadi 8,40 juta orang, Meski turun dibandingkan tahun lalu, tingkat pengangguran terbuka belum kembali ke level sebelum krisis," ujar Margo dalam Konferensi Pers, Senin (9/5).
Ia menjelaskan, TPT pada Februari 2020 tercatat sebesar 4,94% dengan jumlah pengangguran sebanyak 6,93 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan catatan pada Februari 2022. Meski demikian, Margo menilai tren penurunan pengangguran tetap menunjukkan kondisi perekonomian yang membaik.
Margo mencatat, lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,37%. Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan terbesar yaitu sektor jasa lainnya sebesar 0,51%.
Adapun sebanyak 81,33 juta orang atau 59,97% penduduk bekerja di sektor informal, sedangkan penduduk yang bekerja pada kegiatan formal sebanyak 54,28 juta orang atau 40,03 %. Dibandingkan Februari 2021, persentase penduduk bekerja pada kegiatan informal mengalami kenaikan sebesar 0,35%.
Di sisi lain, persentase setengah pengangguran turun 0,85%, sementara persentase pekerja paruh waktu turun sebesar 0,15% dibandingkan Februari 2021. Adapun jumlah pekerja komuter pada Februari 2022 sebanyak 7,07 juta orang, jumlah pekerja komuter terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir.
BPS juga mencatat masih terdapat 11,53 juta orang atau 5,53% penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19. Ini terdiri dari pengangguran karena Covid-19 sebanyak 0,96 juta orang, Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 sebanyak 0,55 juta orang, sementara tidak bekerja karena Covid-19 sebanyak 0,58 juta orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 9,44 juta orang.
Pandemi Covid-19 berimbas pada berbagai sektor yang dirasakan secara global. Dalam laporan World Economic Forum (WEF), sebanyak 68,6% responden menilai resesi global merupakan dampak pandemi yang paling menonjol.