Bank Dunia Peringatkan Risiko Resesi Ekonomi Dunia Tahun Depan

Agustiyanti
20 September 2022, 12:07
bank dunia, pertumbuhan ekonomi, ekonomi dunia, resesi, resesi ekonomi
Katadata | Arief Kamaludin
Ilustrasi. Bank Dunia dalam skenario terburuknya memperkirakan ekonomi global hanya akan tumbuh 0,5% pada tahun depan.

Bank Dunia memperingatkan perekonomian global berisiko jatuh ke jurang resesi pada tahun depan dengan skenario pengetatan moneter yang lebih kuat. Namun, perlambatan ekonomi akan menekan inflasi lebih rendah dibandingkan jika ekonomi tidak mengalami resesi.

Dalam laporan terbarunya, Bank Dunia merincikan tiga skenario prospek perekonomian global dalam jangka pendek hingga 2024. Skenario pertama, yang disebut sebagai perkiraan dasar alias baseline. Dalam skenario ini, pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan Bank Dunia mencapai 2,9% pada tahun ini akan turun menjadi 2,4% pada tahun depan, tetapi kembali menguat menjadi 3% pada 2024.

Dalam skenario baseline tersebut, perekonomian dunia memang akan melambat tetapi tidak sampai kepada resesi. Perlambatan ekonomi disebabkan oleh suku bunga global yang semakin tinggi. Di sisi lain, hambatan dari pasar komoditas dan rantai pasok diperkirakan mereda.

Pelemahan ekonomi terutama terjadi di negara maju, sedangkan pertumbuhan ekonomi negara berkembang justru diperkirakan tumbuhn menguat hingga 2024. Skenario baseline juga memperkirakan inflasi global pada tahun depan sebesar 4,6%, turun dibandingkan perkiraan tahun ini sebesar 7,7% tetapi masih lebih tinggi dibandingkan tahun lalu sebesar 4,4%. Perkiraan inflasi tahun depan juga akan lebih tinggi dibandingkan rata-rata target inflasi dunia 2,5%.

Skenario kedua, ekonomi global akan mengalami penurunan tajam. Dalam skenario ini, Bank Dunia memperkirakan ekonomi dunia pada tahun ini terkoreksi menjadi 2,8% dan semakin melambat menjadi 1,7% pada tahun depan, tetapi sedikit membaik pada 2024 menjadi 2,7%. 

Skenario kedua ini mencerminkan perlambatan ekonomi akibat pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif. Kenaikan suku bunga kemungkinan lebih tinggi jika memang langkah moneter dalam skenario baseline ternyata tak berhasil membawa inflasi turun ke level target.

"Di bawah skenario ini, ekonomi global masih akan lolos dari resesi. Namun, ekonomi akan mengalami penurunan global (dalam hal PDB per kapita) setara dengan yang terjadi pada tahun 2001 dan lebih buruk daripada yang terjadi pada tahun 1998 dan 2012," demikian tertulis dalam laporan Bank Dunia, seperti dikutip Selasa (20/9).

Halaman:
Reporter: Abdul Azis Said

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...