Yellen Sebut Akan Terjadi Malapetaka Ekonomi Jika AS Gagal Bayar Utang
Menteri Keuangan AS Janet Yellen memperingatkan bahwa kegagalan Kongres untuk menaikkan pagu utang pemerintah dapat memicu malapateka ekonomi yang akan membuat suku bunga lebih tinggi pada tahun-taun mendatang.
Yellen mengatakan, kegagalan Amerika Serikat membayar utang atau default dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan, mendorong biaya yang harus dibayar rumah tangga untuk hipotek, pinjaman mobil, dan kartu kredit lebih mahal.
Dia mengatakan itu adalah "tanggung jawab dasar" Kongres untuk meningkatkan atau menangguhkan batas pinjaman US$31,4 triliun. Ia juga memperingatkan bahwa default akan mengancam kemajuan ekonomi yang telah dibuat Amerika Serikat sejak pandemi Covid-19.
"Kegagalan utang kami akan menghasilkan bencana ekonomi dan keuangan," kata Yellen kepada anggota Kamar Dagang Metropolitan Sacramento.
"Jika plafon utang tidak dinaikkan, bisnis AS akan menghadapi pasar kredit yang memburuk, dan pemerintah kemungkinan tidak akan dapat mengeluarkan pembayaran kepada keluarga militer dan manula yang bergantung pada Jaminan Sosial," katanya.
Menurut Yellen, kongres harus memilih untuk menaikkan atau menangguhkan batas utang. Keputusan itu harus diambil tanpa syarat dan seharusnya tidak menunggu sampai menit-menut terakhir.
Yellen mengatakan kepada anggota parlemen pada bulan Januari bahwa pemerintah hanya dapat membayar tagihannya hingga awal Juni jika batas atas utang tak dinaikkan.
Tidak seperti kebanyakan negara maju lainnya, AS membatasi jumlah yang dapat dipinjam. Lantaran pemerintah membelanjakan lebih dari yang dibutuhkan, pembuat undang-undang harus menaikkan plafon utang secara berkala.
Kevin McCarthy, pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat yang dikendalikan oleh Partai Republik pada pekan lalu lalu melontarkan rencana yang akan melipatgandakan pemangkasan anggaran sebesar $4,5 triliun dengan peningkatan batas utang sebesar US$1,5 triliun. Ia menyebutnya sebagai dasar untuk negosiasi dalam beberapa minggu mendatang.
Gedung Putih menegaskan kedua masalah itu tidak boleh dikaitkan. Adapun Senat yang dikendalikan Demokrat kemungkinan besar akan menolak proposal tersebut.