Rupiah Menguat 14.674 per Dolar AS, Sentuh Rekor Terkuat 8 Bulan

Abdul Azis Said
28 April 2023, 16:43
Petugas menghitung uang dolar AS di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (23/6/2022). Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 14.674 per dolar AS pada penutupan pasar Jumat (28/4) sore ini.
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU
Petugas menghitung uang dolar AS di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 14.674 per dolar AS pada penutupan pasar Jumat (28/4) sore ini. Kurs garuda menyentuh level penutupan terkuatnya selama lebih dari delapan bulan terakhir atau sejak 15 Agustus 2022.

Rupiah menguat 0,22% dibandingkan penutupan kemarin. Penguatan rupiah dipengaruhi pengumuman data ekonomi AS semalam yang menunjukkan pelemahan.

Mata uang regional lainnya yang menguat antara lain peso Filipina 0,63%, ringgit Malaysia 0,06%, bath Thailand 0,11% dan rupee India 0,02%. Sebaliknya, yen Jepang jatuh 1,32% bersama dolar Singapura yang melemah 0,19% dolar Taiwan 0,13%, won Korea Selatan 0,07% dan yuan Cina 0,03%.

Analis sekaligus Direktur PT Laba orexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebut dolar tetap berada pada jalur penurunan karena para pelaku pasar mencemaskan kesehatan sistem perbankan AS. Pasar juga berekspektasi kemungkinan bank sentral, The Fed mengakhiri siklus pengetatan moneternya yang agresif usai rilis data pertumbuhan ekonomi AS semalam yang mengindikasikan perlambatan.

Perekonomian AS kuartal pertama tahun ini sebesar 1,1% secara tahunan, di bawah ekspektasi pasar 2% dan melambat dari kuartal sebelumnya 2,6%. Data ini mengirim sinyal lebih lanjut bahwa perekonomian AS berada pada jalur pelemahan lebih lanjut di tengah perkiraan resesi di akhir tahun.

Ibrahim menyebut pasar kini menantikan rilis data inflasi PCE bulan Maret malam ini. Data ini penting karena menjadi salah satu indikator pilihan The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneternya ke depan.

"The Fed secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga seperempat persentase poin lagi minggu depan dan kemudian berhenti pada kenaikan lebih lanjut di bulan Juni," kata Ibrahim dalam catatanya sore ini, Jumat (28/4).

Yen Jepang jatuh pada perdagangan hari ini terhadap dolar AS lebih dari 1%. Ibrahim menyebut koreksi dalam itu setela bank sentral Jepang (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan sikap dovishnya. Gubernur BoJ yang baru Kazuo Ueda mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar yang menurut Ibrahim telah mengecewakan pelaku pasar yang menginginkan perubahan signifikan pada kebijakan moneter segera.

Meski demikian, BoJ dalam pengumumannya telah menghapuskan pernyataannya terkait upaya untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat saat ini atau memangkasnya menjadi lebih rendah. BoJ mengatakan akan melakukan tinjauan kebijakan moneter perspektif luas.

Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan dibuka fluktuatif pada perdagangan awal pekan depan tetapi akan ditutup menguat di rentang Rp 14.620-Rp 14.810 per dolar AS.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...