Pemerintah Sudah Gelontorkan Rp 47 T Demi Kendalikan Harga Barang

Agustiyanti
31 Agustus 2023, 19:43
inflasi, harga pangan
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.
Ilustrasi. Inflasi pada Juli 2023 tercatat sebesar 3,08% secara tahunan, turun signifikan dibandingkan akhir tahun lalu yang mencapai 5,51%

Pemerintah telah menghabiskan anggaran mencapai Rp 47 triliun sepanjang tahun ini hingga Juli untuk  mengendalikan kenaikan harga barang dan jasa atau inflasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, inflasi Indonesia saat ini jauh lebih baik dibandingkan negara-negara G20 lainnya. 

"Realisasi belanja kementerian/lembaga yang mendukung pengendalian inflasi mencapai Rp 47,03 triliun atau 37,12% dari total pagu Rp 126,68 triliun," ujar Airlangga dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Nasional Pengendali Inflasi di Istana Negara, Kamis (31/8). 

Ia menjelaskan, K/L yang telah merealisasikan anggaran yang dikhususkan untuk mengendalikan inflasi adalah Kementerian Sosial, Kementerian ESDM, dan Kementerian Perhubungan. 

Menurut Airlangga, inflasi Indonesia yang terkendali juga merupakan hasil dari program 4K yang diimplementasikan pemerintah, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran disutribusi, dan komunikasi efektif. Harga barang yang terkendali juga tak lepas dari sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil. 

"Salah satu yang telah diupayakan adalah peguatan cadangan pangan pemerintah terutama beras, serta stabilisasi pasokan dan harga pangan. Pemerintah juga memberikan bantuan beras," kata dia. 

Inflasi Indonesia pada Juli 2023 tercatat sebesar 3,08% secara tahunan, turun signifikan dibandingkan akhir tahun lalu yang mencapai 5,51%. Airlangga mengatakan, kondisi inflasi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan Amerika Serikat

"Angka inflasi kita 3,08% pada Juli, lebih baik dibandingkan negara-negara G20 lainnya. India 7,44%, Inggris 6,8%, Italia 5,9%, Uni Eropa 5,3%," kata dia.

Airlangga menyebut, mayoritas daerah atau 19 provinsi telah mencatatkan inflasi di bawah rata-rata nasional. Sementara 15 daerah mencatatkan inflasi di atas rata-rata nasional.  "Inflasi pangan terkendali dengan kerja sama Gubernur BI,  Menteri Dalam Negeri, dan pemerintah daerah dalam gerakan nasional pengendalian inflasi," kata dia. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam kesempatan yang sama menjelaskan, indeks harga konsumen atau IHK turun lebih cepat dibandingkan perkiraan dan telah kembali ke sasaran 2% hingga 4%. Ia memperkirakan inflasi Indonesia tahun ini akan berakhir di level 3%. 

"Inflasi kita menjadi salah satu yang terendah di dunia. Penurunan inflasi terjadi di seluruh kelompok, baik harga pangan yang bergejolak ataupun harga yang diatur pemerintah." ujar Perry.

Perry menjelaskan, seluruh wilayah mengalami penurunan inflasi dan telah menuju sasaran 2% hingga 4%. Ia pun memperkirakan inflasi akan semakin menurun pada tahun depan di level 1,5% hingga 3,5%. 

"Capaian ini adalah hasil eratnya sinergi pengendalian inflasi pemerintah pusat dan daerah serta konsistensi kebijakan Indonesia dalam pengendalian inflasi di pusat dan daerah," kata dia. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...