Jokowi akan Resmikan Pabrik Bahan Peledak di Kaltim pada 29 Februari

Ringkasan
- Presiden Jokowi akan meresmikan pabrik bahan peledak PT Kaltim Amonium Nitrate (KAN) di Bontang, Kalimantan Timur. Peresmian akan dilakukan setelah Presiden meresmikan terminal Samarinda dan sebelum melanjutkan perjalanan ke IKN Nusantara.
- Pabrik PT KAN diklaim modern dan ramah lingkungan dengan kapasitas produksi sekitar 75 ribu ton bahan peledak per tahun. Pabrik ini diharapkan dapat mendukung kegiatan pertambangan di Kalimantan Timur.
- PT KAN merupakan hasil kerjasama PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT DAHANA. Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat mengurangi impor dan mendukung kemandirian energi dan industri Indonesia.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan pabrik bahan peledak PT Kaltim Amonium Nitrate (KAN) di Bontang, Kalimantan Timur pada Kamis (29/2). Pabrik ini mampu memproduksi sekitar 75 ribu ton bahan peledak setiap tahunnya.
"Presiden Jokowi akan tiba di Bontang sekitar pukul 09.36 WITA dengan menggunakan helikopter dari Kota Samarinda, setelah sebelumnya meresmikan terminal Samarinda," kata Komandan Komando Distrik Militer 0908 Bontang Letkol Inf Aryo Bagus Daryanto seperti dikutip dari Antara, Selasa (27/2).
Dia menjelaskan, PT KAN telah membangun pabrik bahan peledak yang modern dan ramah lingkungan. Ia berharap pabrik ini dapat mendukung kegiatan pertambangan di wilayah Kalimantan Timur.
Presiden Jokowi dijadwalkan makan siang di sebuah rumah makan di Bontang usai meresmikan pabrik, sebelum melanjutkan perjalanan ke Penajam Paser Utara, lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Presiden kembali menggunakan helikopter dari Bandara PT Badak LNG.
PT KAN adalah perusahaan industri kimia yang berdiri sejak 2003 sebagai hasil kerjasama antara PT Pupuk Kaltimantan Timur dan PT DAHANA. Pabrik tersebut didukung teknologi tinggi yang aman dan ramah lingkungan dengan standar operasional pabrik kelas dunia berlisensi Sedin-Hallifeng.
Kehadiran pabrik amonium nitrat ini diharapkan bisa mengurangi volume impor domestik dengan mengoptimalkan fungsi amonium nitrat di berbagai sektor. Strategi ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri energi dan industrinya.