Porsi Tabungan Masyarakat Menipis, Konsumsi Naik Meski Deflasi pada Februari

Rahayu Subekti
11 Maret 2025, 14:19
keyakinan konsumen, tabungan, konsumsi
ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nz
Petugas melayani pembeli di salah satu pusat perbelanjaan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (13/1/2025). Bank Indonesia menyebutkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2024 sebesar 127,7 lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 125,9, meningkatnya indeks tersebut mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat.

Ringkasan

  • Enam bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI, BTN, Bankaltimtara) akan membangun kantor bank di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Kantor tersebut ditargetkan beroperasi pada kuartal pertama 2026.
  • Pembangunan kantor bank terletak di Sub-WP 1B KIPP, yang merupakan kawasan strategis yang dirancang sebagai pusat keuangan di IKN. Proses pembangunan ditargetkan dimulai akhir kuartal pertama hingga kuartal kedua 2025.
  • Otorita IKN memastikan akan mengawal proses pembangunan kantor perbankan dan memberikan rincian proyek yang akan dibangun oleh masing-masing bank.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Survei keyakinan konsumen yang dirilis Bank Indonesia menunjukkan, porsi tabungan masyarakat dari pendapatan semakin menipis pada Februari 2025 dibandingkan bulan sebelumnya. Porsi pengeluaran untuk konsumsi yang meningkat menjadi penyebabnya. 

“Kondisi keuangan konsumen pada Februari 2025 rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi tercatat sebesar 74,7% yang meningkat dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya yaitu sebesar 73,6%,” demikian survei BI yang dirilis, Selasa (11/3).

BI mencatat, proporsi pendapatan konsumen untuk tabungan turun dari 11,1% menjadi 10,6%. Porsi pendapatan masyarakat untuk pembayaran cicilan atau utang juga turun dari 15,3% menjadi 14,7%. 

BI juga mencatat proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi meningkat pada hampir seluruh tingkat pengeluaran. Sedangkan porsi pendapatan yang ditabung mengalami penurunan untuk semua kelompok pengeluaran.

Porsi konsumsi masyarakat meningkat pada Februari meski indeks harga konsumen mengalami deflasi. Badan Pusat Statistik mencatat, mencatat deflasi sebesar 0,48% secara bulanan atau 0,09% secara tahunan pada Februari 2025.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, deflasi beruntun di awal 2025 ini bukan dipengaruhi daya beli masyarakat. “Ini bukan karena penurunan daya beli, tetapi karena pengaruh dari diskon tarif listrik. Ini yang memberikan andil deflasi dua bulan berturut-turut,” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/3).

Pemerintah memberikan stimulus dengan menetapkan diskon tarif listrik 50% pada Januari-Februari 2025. Diskon ini berlaku bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 2.200 VA ke bawah.

Survei BI juga menjelaskan, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diperkirakan masih tetap kuat. Hal ini tercermin dari indeks ekspektasi konsumen (IEK) Februari 2025 sebesar 138,7 meskipun lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 140,7.

Optimisme IEK bersumber dari optimisme ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 143,3, 134,2 dan 138,6.

Secara spasial, beberapa kota mencatat peningkatan IEK. Terbesar di Ambon hingga 7,0 poin, Makassar sebanyak 6,4 poin, dan Surabaya mencapai 3,1 poin.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...