Perang Dagang AS-Cina Memanas, Trump Buka Peluang Negosiasi dengan Xi Jinping
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku bersedia bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di tengah ketegangan perdagangan yang meningkat antara kedua negara. Perang dagang antara kedua negara memanas dengan AS mengenakan tarif kepada barang Cina sebesar 125% dan Cina mengenakan tarif 84% atas produk AS.
"Oh tentu, dia teman saya. Saya suka dia. Tentu saja, saya akan bertemu dengannya," kata Trump siang ini ketika ditanya oleh seorang wartawan apakah dia akan mempertimbangkan untuk berbicara atau bertemu Xi Jinping pada Rabu (9/4) waktu setempat, seperti dikutip dari CNN.
Trump sebelumnya mengumumkanakan menaikkan tarif terhadap China menjadi 125% setelah Beijing mengenakan tarif pembalasan tambahan terhadap barang-barang AS. Presiden AS mengatakan dalam acara Gedung Putih lainnya hari ini bahwa ia yakin Cina sebenarnya ingin membuat kesepakatan.
Trump, yang menjawab pertanyaan setelah menandatangani sejumlah perintah eksekutif, mengatakan Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara lain juga telah berada di sini. Namun, Trump tidak menjelaskan apakah yang ia maksud adalah pejabat dari negara-negara tersebut berada di Washington atau apakah ada pertemuan yang dijadwalkan.
Trump mengatakan dalam beberapa hari terakhir bahwa Jepang dan Korea Selatan mengirim orang ke AS untuk membicarakan kesepakatan."Semua orang sebenarnya ingin membuat kesepakatan. Kami ingin melakukan apa yang benar bagi negara kami, kami juga ingin melakukan apa yang benar bagi dunia," kata Trump.
Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan hari ini bahwa dia tidak terlibat dengan pejabat Tiongkok terkait tarif, begitu pula Menteri Keuangan Scott Bessent. Namun, Presiden Donald Trump berharap dapat melakukan pembicaraan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
"Itu urusan mereka berdua. Jika kami mendapatkan kontak, kami akan langsung memberikannya kepada presiden," kata Lutnick kepada CNN di Gedung Putih.
