Pertumbuhan Ekonomi RI Unggul dari Singapura dan Malaysia, Kalah dari Vietnam

Rahayu Subekti
6 Mei 2025, 14:26
ekonomi Malaysia, ekonomi Singapura, pertumbuhan ekonomi
Katadata/Fauza Syahputra
Perekonomian Malaysia dan Singapura pada kuartal I 2025 tumbuh masing-masing 4,4% dan 3,8%. Sedangkan ekonomi Vietnam tumbuh mencapai 6,9%.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik mencatat, ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 tumbuh 4,87% secara tahunan,  melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,11%. Pertumbuhan ekonomi itu lebih tinggi dibandingkan Singapura, Malaysia, bahkan Amerika Serikat, tetapi lebih rendah dibamdingkan Vietnam. 

Berdasarkan paparan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, ekonomi Malaysia dan Singapura pada kuartal I 2025 tumbuh masing-masing 4,4% dan 3,8%.  Sedangkan ekonomi Vietnam tumbuh mencapai 6,9%.

“Malaysia, Singapura, dan Vietnam tumbuh melambat dibandingkan kuartal IV 2024 tetapi tubuh relatif menguat dibandingkan kuartal I 2024,” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/5).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tiga bulan pertama tahun ini juga lebih tinggi jika dibandingkan Amerika Serikat yang hanya mencapai 2,0%.

“Amerika Serikat tumbuh melambat dibandingkan pada kuartal IV 2024 ataupun kuartal I 2024,” ujar Amalia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga jauh lebih baik dibandingkan Korea Selatan yang terkontraksi 0,1%. Negeri gingseng ini mengalami gejolak politik dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Namun, pertumbuhan ekonomi  Indonesia masih di bawah Cina yang tumbuh 5,4%. “Cina tumbuh stabil dibandingkan kuartal IV 2024  tetapi sedikit menguat dibandingkan kuartal I 2024,” kata Amalia.

Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan perekonomian Indonesia tetap solid dengan pertumbuhan 4,87% pada kuartal I 2025. Airlangga menilai, pencapaian itu menunjukan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

“Meskipun menghadapi tantangan eksternal seperti fragmentasi geoekonomi dan kebijakan proteksionisme yang meningkat, ekonomi kita tetap tumbuh solid," kata Airlangga dalam pernyataan tertulisnya, Senin (5/5).

Meski begitu, Airlangga memastikan pemerintah tetap terus mencermati dan mewaspadai risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi. Terlebih  Dana Moneter Internasional atau IMF menyatakan ekonomi dunia pada 2025 diproyeksikan tumbuh melambat di angka 2,8%.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...