Sri Mulyani Sebut Rp 354,09 Miliar APBN Disalurkan untuk Yatim Piatu

Desy Setyowati
13 Agustus 2025, 06:18
sri mulyani, apbn salurkan Rp 354 miliar untuk yatim piatu,
ANTARA FOTO/Novrian Arbi/nym.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan paparan saat acara Konvensi Sains Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati melaporkan Rp 354,09 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN disalurkan untuk mendukung kelangsungan hidup anak yatim piatu, melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial Anak Yatim Piatu alias Atensi Yapi.

“Hingga 30 Juni, tercatat sudah 134.718 orang menerima manfaat Program Atensi Yapi dengan nilai realisasi Rp354,09 miliar,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Instagram @smindrawati di Jakarta, Selasa (12/8).

Menkeu menjelaskan anggaran disalurkan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan atau Kemenkeu kepada Kementerian Sosial alias Kemensos, tepatnya Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, yang kemudian dilaksanakan melalui Program Atensi Yapi.

Sasaran Program Atensi Yapi adalah anak-anak usia di bawah 18 tahun yang berstatus yatim, piatu, atau yatim piatu.

Dengan adanya bantuan sosial Atensi Yapi, kata dia, diharapkan anak-anak dapat mencapai keberfungsian sosial individu, memenuhi kebutuhan dan hak dasar, melaksanakan tugas dan peranan sosial, mengatasi masalah dalam kehidupan, dan mampu mengembangkan potensi diri.

Sri Mulyani menyatakan APBN bukan sekadar angka, tetapi wujud kepedulian. Program Atensi Yapi pun dikatakan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam mendukung pemenuhan nutrisi, vitamin, dan gizi bagi anak-anak yatim piatu.

“Kami ingin mereka dapat mengembangkan potensi diri dan mewujudkan cita-citanya. APBN akan terus bekerja melindungi kelompok yang rentan,” ujar Menkeu Sri Mulyani.

Sebagai informasi Kemenkeu telah menyalurkan belanja bantuan sosial atau bansos Rp 48,8 triliun per 31 Mei, setara 32,6% dari target APBN. Penyaluran bansos sembako telah mencapai Rp 20,26 triliun kepada 18,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) per 9 Juli, setara 97,22% dari target 18,8 juta KPM.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...