Anggaran MBG Bisa Tembus Rp 300 Triliun, Sri Mulyani Siap Tambah Dana

Rahayu Subekti
13 Agustus 2025, 15:21
Siswa menyantap makanan bergizi gratis di SDN 2 Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (4/8/2025).
ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU
Siswa menyantap makanan bergizi gratis di SDN 2 Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (4/8/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah mengatakan kebutuhan anggaran makan bergizi gratis atau MBG akan terus membengkak. Penambahan kebutuhan ini seiring dengan target Presiden Prabowo Subianto yang menyasar penerima manfaat MBG bisa mencapai 82,9 juta orang.

Saat ini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah mengalokasikan anggaran Rp 71 triliun untuk salah satu program prioritas Prabowo itu. Anggaran ini untuk mendanai MBG dengan target 19,47 juta penerima manfaat.

Bendahara negara ini memastikan siap jika harus ada penambahan anggaran lagi. “Makan bergizi gratis tahun ini Rp 71 triliun, kita cadangkan tambahan Rp 100 triliun,” kata Sri Mulyani dalam acara Sarasehan Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah yang disiapkan secara daring, Rabu (13/8).

Tak hanya itu, Sri Mulyani juga mengungkapkan ada kemungkinan anggaran tersebut akan kembali naik pada 2026. Namun ia belum menjelaskan secara gamblang apakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sanggup menambah kebutuhan dana untuk MBG pada tahun depan.

Perempuan yang kerap disapa Ani itu hanya menyebut adanya peluang kenaikan anggaran MBG menjadi Rp 300 triliun. “Tahun depan kalau Pak Rachmat (Kepala Bappenas) tahu sekali, kalau 82 juta (orang) akan akan mendapatkan (MBG) itu lebih dari Rp 300 triliun,” ujar Sri Mulyani.

Penambahan Anggaran MBG Bisa Dongkrak Ekonomi

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah akan menambah anggaran untuk makan bergizi gratis alias MBG. Penambahan anggaran, menurut dia, dapat berdampak kepada peningkatan pertumbuhan ekonomi.

“Rp 171 triliun untuk tahun ini. Tahun depan mungkin kira-kira Rp 300 triliun,” kata Luhut saat ditemui di Jakarta International Convention Center, Kamis (12/6).

Dengan penambahan anggaran di MBG, harapannya akan memberikan pemerataan dan simpul ekonomi baru. Dalam paparannya di acara International Conference on Infrastructure (ICI), Luhut mengatakan MBG bisa menyumbang sekitar 0,01% hingga 0,26% pertumbuhan ekonomi.

Program ini juga menciptakan penambahan hingga 0,9 juta sampai 1,9 juta pekerja. Selain itu, MBG dapat menurunkan rasio populasi yang pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan sebesar 1,0% hingga 4,0%.

Jika berkaitan dengan momen pada Indonesia Emas 2045, Luhut mengatakan pertumbuhan ekonomi paling tidak harus dicapai pada 6% hingga 8% di 2028 sampai 2030. “Proyeksinya selama lima hingga 10 tahun berikutnya. Saya percaya kita bisa berkembang sampai 9%,” ucapnya.

Target itu bisa dicapai jika Indonesia memaksimalkan pembangunan infrastruktur yang meluas. Negara ini juga memiliki tim yang kuat dan bekerja dengan detail.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...